Massimo Mauro: Final Piala Dunia Jadi Cermin Kemunduran Serie A
Massimo Mauro
Berita Liga Italia: Massimo Mauro menilai minimnya pemain Serie A yang bermain di final Piala Dunia 2026 kemarin jadi bukti nyata kesulitan sepak bola Italia di kancah global.
Mantan gelandang Juventus, Massimo Mauro, melontarkan kritik pedas terhadap kondisi sepak bola Italia. Ia menilai final Piala Dunia 2026 yang hanya dihuni dua pemain Serie A menjadi cermin nyata kemunduran kompetisi domestik.
Dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport, Mauro menyoroti fakta bahwa hanya Lautaro Martinez dan Nico Paz yang tampil di partai puncak, itu pun dengan menit bermain minim.
"Andai bukan karena gol penentu Inter di semifinal, keseimbangannya akan sangat buruk. Ini menunjukkan klub-klub Italia kesulitan," ujarnya.
Mauro secara khusus menyoroti sejumlah klub besar yang dinilai lamban di bursa transfer. Ia menyebut Inter masih kesulitan mencari pengganti Denzel Dumfries. Sementara itu, Juve disebut tertinggal, dengan kasus pelik Dusan Vlahovic.
AS Roma juga mendapat sorotan setelah gagal merekrut Mason Greenwood dan Crysencio Summerville. "Bintang-bintang turnamen di luar jangkauan klub Italia, yang bahkan kesulitan mendatangkan pemain lapis kedua," kritik Mauro.
Ia juga menyoroti strategi AC Milan yang mendatangkan Mario Gila dan Goncalo Ramos. Menurutnya, Ramos bukan pemain inti di PSG, sehingga Milan berharap bisa mengulang kesuksesan seperti Olivier Giroud.
Di tengah kritik, Mauro memberikan pujian untuk Como. Ia menilai klub promosi itu memiliki pendekatan ilmiah dalam merekrut pemain dan berhasil mendatangkan target seperti Liberali.
Namun, ia menegaskan bahwa Juventus, Inter, dan Roma harus segera bergerak karena waktu terus berjalan menuju musim 2026-27.
Artikel Tag: Inter Milan, Serie A, Massimo Mauro