Maraknya Pemain Naturalisasi Jadi Indikator Naiknya Kualitas Liga Indonesia
Shayne Pattynama gabung Persija Jakarta
Berita Timnas: Arus kedatangan pemain diaspora dan naturalisasi Timnas Indonesia ke kompetisi domestik kian deras. Fenomena ini bukan hanya berdampak pada peta persaingan klub, tetapi juga menjadi cermin meningkatnya kualitas liga Indonesia.
Pergerakan pemain diaspora dan naturalisasi Timnas Indonesia menuju Super League Indonesia dalam dua musim terakhir terus menjadi sorotan. Jika sebelumnya pemain-pemain tersebut diharapkan membawa standar Eropa ke tim nasional, kini mereka justru memilih berkarier di kompetisi liga Indonesia.
Situasi ini sempat memunculkan kekhawatiran di kalangan suporter. Muncul pertanyaan apakah kepindahan pemain-pemain yang sebelumnya merumput di Eropa ke Super League akan berdampak pada kualitas Timnas Indonesia. Namun, PSSI menilai fenomena ini justru menjadi sinyal positif bagi sepak bola nasional.
Anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga, menegaskan bahwa masuknya pemain diaspora ke liga lokal tidak serta-merta menurunkan kualitas Timnas Indonesia. Kuncinya terletak pada peningkatan level kompetisi domestik itu sendiri.
“Kalau kompetisi makin tinggi, pengaruhnya justru jadi kecil. Kami berharap kualitas liga harus naik. Kalau tidak naik, ya akan berdampak. Tapi kalau naik, pasti tidak,” ujar Arya.
Menurut PSSI, ketertarikan pemain diaspora dan naturalisasi untuk bermain di Super League menjadi bukti bahwa kualitas kompetisi Indonesia mengalami kemajuan. Liga Indonesia kini dinilai cukup kompetitif untuk menarik pemain yang sebelumnya berkarier di Eropa.
“Mungkin karena banyak pemain naturalisasi datang, kualitas liganya naik sehingga membuat mereka mau bermain di sini. Tidak hanya pemain naturalisasi, banyak juga pemain top yang tertarik karena kualitas kompetisi kita,” lanjut Arya.
Saat ini, pemain-pemain diaspora Timnas Indonesia tersebar di sejumlah klub papan atas. Persija Jakarta diperkuat Jordi Amat dan Shayne Pattynama, Persib Bandung mendatangkan Thom Haye, Eliano Reijnders, serta Dion Markx, sementara Dewa United dan Bali United juga menjadi tujuan Rafael Struick dan Jens Raven.
Masuknya pemain dengan latar belakang sepak bola Eropa tersebut membawa dampak langsung terhadap intensitas persaingan, profesionalisme tim, serta standar latihan dan pertandingan. Hal ini dinilai mampu memacu pemain lokal untuk meningkatkan kualitas demi bersaing di level yang sama.
Selain itu, keberadaan pemain Timnas Indonesia di Super League juga mempermudah proses pemantauan oleh tim pelatih nasional. Dengan banyaknya pemain kunci yang bermain di dalam negeri, koordinasi, adaptasi taktik, hingga pemanggilan pemain dapat dilakukan lebih efisien.
PSSI menilai tren ini sebagai momentum penting untuk terus membenahi liga, mulai dari aspek teknis, infrastruktur, hingga manajemen kompetisi. Jika kualitas Super League terus meningkat, maka liga domestik tak lagi dipandang sebagai langkah mundur, melainkan sebagai platform kompetitif yang relevan bagi perkembangan Timnas Indonesia.
Artikel Tag: LIga Indonesia, liga 1 indonesia, Timnas Indonesia, Shayne Pattynama, Persija