Kanal

Leif Davis Sebut Granit Xhaka Rekrutan Terbaik Musim Lalu

Penulis: Fery Andriyansyah
22 Agu 2026, 07:00 WIB

Leif Davis kagum dengan dampak Granit Xhaka di Sunderland. (Foto: Sandra Ruhaut/Icon Sport via Getty Images)

Berita Liga Inggris: Leif Davis menilai Granit Xhaka sebagai salah satu alasan utama keberhasilan Sunderland musim lalu. Bek Ipswich Town itu bahkan menyebut Xhaka sebagai rekrutan terbaik musim tersebut menjelang pertemuan kedua tim pada Sabtu (22/8/2026) malam WIB dalam laga pembuka Premier League di Portman Road.

Sunderland baru promosi melalui play-off Championship pada musim sebelumnya, tetapi langsung mengejutkan dengan finis di posisi ketujuh Premier League musim lalu. Pencapaian tersebut membuat mereka lolos ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam lebih dari 50 tahun, sekaligus menjadi gambaran bahwa tim promosi mampu bersaing jauh di atas ekspektasi.

Kedatangan Granit Xhaka dari Bayer Leverkusen menjadi salah satu bagian penting dalam keberhasilan tersebut. Gelandang Timnas Swiss itu tampil dalam 34 pertandingan Premier League dan dipercaya sebagai kapten Sunderland. Pengalaman serta kepemimpinannya memberikan pengaruh besar terhadap skuad Regis Le Bris yang berhasil mempertahankan performa hingga akhir musim.

Leif Davis mengakui kualitas rekrutmen Sunderland menjadi sesuatu yang patut diperhatikan Ipswich Town. "Mereka melakukan rekrutmen dengan baik musim lalu, dengan pemain seperti Xhaka yang datang. Bagi saya, dia mungkin rekrutan terbaik musim ini," kata Davis kepada TWTD dalam wawancara eksklusif di Berlin pekan lalu.

Pujian tersebut terasa unik karena Davis merupakan pendukung masa kecil Newcastle United, rival Sunderland. Namun, ia tidak ragu mengakui dampak Xhaka terhadap rival tersebut. "Tidak enak mengatakannya sebagai penggemar Newcastle, tetapi dia luar biasa untuk mereka. Memiliki pemain seperti itu di ruang ganti selalu penting untuk membangun moral dan menyatukan tim," ujar Davis.

Menurut Leif Davis, keberhasilan Sunderland mencapai Eropa tidak terlepas dari keputusan mereka di bursa transfer. Ia melihat strategi tersebut sebagai contoh yang bisa dipelajari Ipswich Town setelah kembali ke Premier League. Ipswich sendiri cukup aktif musim panas ini dan telah mendatangkan 12 pemain, termasuk Julio Enciso dan Abdoul Ouattara.

"Kalian bisa melihat mengapa mereka tampil begitu baik dan lolos ke Eropa, rekrutmen yang mereka lakukan sangat bagus," lanjut Davis. Ia berharap Ipswich mampu memulai musim dengan hasil positif, meski sadar tantangan yang dihadapi akan berat. Sunderland menjadi lawan pertama sebelum Ipswich menghadapi Manchester United dan Liverpool dalam dua pertandingan berikutnya.

Davis juga menyadari pertandingan melawan Sunderland memiliki dimensi emosional tersendiri karena latar belakangnya sebagai pendukung Newcastle. Ia mengaku langsung menerima pesan dari teman-teman dan ayahnya setelah jadwal pertandingan diketahui. Namun, pemain berusia 26 tahun itu tidak ingin faktor tersebut memengaruhi penampilannya di lapangan.

"Jika saya bermain, Anda harus memperlakukannya seperti pertandingan lainnya dan tidak boleh memainkan suasananya. Kami sudah sering mengatakan dalam pertandingan promosi bahwa Anda tidak boleh memainkan suasananya karena itu bisa mengambil alih. Kami harus memainkan pertandingannya," tegas Davis.

Ipswich Town memang memiliki alasan untuk berhati-hati mengingat Sunderland telah menunjukkan kemampuan bersaing setelah promosi. Namun, Davis ingin timnya tetap menjalani laga pertama dengan pendekatan sederhana. Setelah menghadapi Sunderland, Ipswich akan menjalani dua ujian berat lainnya ketika bertandang ke Manchester United dan menjamu Liverpool.

"Ini pertandingan besar karena saya penggemar Newcastle. Saya langsung mendapat pesan dari semua teman dan ayah saya, yang mengatakan dia akan langsung datang ke pertandingan," kata Davis. Ia berharap Ipswich dapat mengesampingkan rivalitas tersebut, fokus pada permainan, lalu memulai musim Premier League dengan hasil yang memberikan kepercayaan diri.

Artikel Tag: Premier League, Granit Xhaka, Sunderland, ipswich town, leif davis

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru