Legenda Malaysia Kenang Kisah Naik Barakuda di Final Piala AFF 2010
Zaquan Adha legenda Timnas Malaysia
Berita Timnas - Mantan penyerang Timnas Malaysia, Zaquan Adha Abdul Razak, kembali mengenang memori menegangkan ketika skuad Harimau Malaya terpaksa dievakuasi menggunakan kendaraan taktis Barakuda. Pengalaman mencekam menembus lautan suporter di Jakarta pada final Piala AFF 2010 tersebut kini dikenangnya sebagai salah satu episode paling ikonik dalam hidupnya.
Kehadiran para legenda sepak bola Asia Tenggara dalam acara bincang-bincang ASEAN Legends di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, menghadirkan nostalgia tersendiri. Salah satu kisah paling menyita perhatian datang dari mantan penyerang Timnas Malaysia, Zaquan Adha Abdul Razak, yang kembali mengenang partai puncak Piala AFF 2010 silam.
Kala itu, tensi pertandingan berada di titik didih menyusul kemenangan telak Harimau Malaya pada leg pertama di Kuala Lumpur yang diwarnai kontroversi sorotan laser. Akibat keamanan yang sangat ketat dan membludaknya suporter tuan rumah, rombongan tim tamu terpaksa diangkut menggunakan kendaraan rantis lapis baja milik kepolisian dari hotel tempat menginap menuju Stadion Utama Gelora Bung Karno. Zaquan tak menampik bahwa momen tersebut sempat menciptakan rasa takut yang luar biasa.
"Saya pikir ketika saya berada di Jakarta ini, tentu saja momen yang teringat bukan saya saja, tentu seluruh rakyat Malaysia akan ingat ini, yakni final Piala AFF 2010 antara Malaysia dengan Indonesia," ujar Zaquan Adha di hadapan awak media.
"Di mana kita terpaksa naik barakuda dari hotel sampai ke stadion. Itu sesuatu yang sangat menakutkan ketika itu," kenangnya.
Kendati sempat diselimuti teror psikologis yang masif di hadapan puluhan ribu suporter Merah Putih, pria berusia tiga puluh sembilan tahun itu kini memandangnya dari sudut pandang berbeda. Setelah gantung sepatu, memori horor di Senayan justru bertransformasi menjadi kenangan berharga dalam kariernya.
"Tetapi, ketika Anda sudah pensiun, saya pikir itu adalah kenangan yang indah. Iya, kenangan yang indah untuk kami," ungkapnya sembari tersenyum.
Suasana bincang-bincang seketika cair saat Zaquan ditanya apakah dirinya bersedia mengulang pengalaman menaiki rantis Barakuda di tengah hiruk-pikuk Jakarta saat ini. Dengan nada berseloroh, ia langsung menolak tegas gagasan tersebut.
"Sekarang? Jangan, jangan. Sekarang kita kawan, kawan," jawabnya sambil tertawa lepas, menandakan bahwa rivalitas panas di lapangan hijau kini telah melebur menjadi persahabatan erat.
Artikel Tag: Piala AFF, Malaysia, Timnas Indonesia, FIFA ASEAN Cup