Kanal

Kiprah Buruk Bek Terburuk Sepanjang Sejarah Premier League

Penulis: Hardy D
02 Mei 2026, 19:00 WIB

Kiprah Buruk Bek Terburuk Sepanjang Sejarah Premier League - sumber: (givemesport)

Berita Liga Inggris – Sepanjang sejarah Liga Premier Inggris, ada beberapa bek yang lebih dikenal karena kesalahan mereka daripada kehebatannya di lapangan. Nama-nama seperti Igors Stepanovs dan Pascal Cygan dari Arsenal, hingga Titus Bramble dan Roque Junior, telah diingat karena aksi-aksi yang lebih sering membuat penggemar menutup mata ketimbang bersorak.

Ozan Kabak, yang pernah membela Liverpool dan Norwich City, menjadi salah satu contohnya. Didatangkan Liverpool pada 2021 di tengah krisis cedera pemain, Kabak diharapkan dapat menstabilkan lini pertahanan. Namun, kenyataannya, dia malah menjadi titik lemah, hingga posisi bek tengah lebih dipercayakan kepada Fabinho dan Jordan Henderson, yang notabene adalah pemain tengah. Pengalamannya di Norwich juga tidak lebih baik, dengan hanya 11 penampilan dan timnya finis di posisi terbawah dengan selisih gol minus 63.

Lalu ada Igors Stepanovs, pemain yang diharapkan bisa menggantikan Tony Adams di Arsenal. Namun, performanya yang tidak meyakinkan, terutama saat kekalahan 6-1 dari Manchester United di Old Trafford pada 2001, membuatnya hanya tampil sekali lagi sebelum meninggalkan klub pada 2004.

Titus Bramble, yang pernah membela Sunderland, Wigan Athletic, Newcastle United, dan Ipswich Town, dikenal karena ketidakpastiannya di lapangan. Meskipun sesekali tampil gemilang, Bramble sering membuat kesalahan yang berujung pada gol lawan, sehingga reputasinya sebagai bek yang tidak konsisten terus melekat hingga akhir kariernya di Sunderland pada 2013.

Pascal Cygan, juga dari Arsenal, sering membuat kesalahan posisi dan memberikan tekanan yang tidak perlu pada pertahanan timnya. Meski demikian, ia tetap menjadi bagian dari tim Arsenal yang tak terkalahkan pada musim 2003/04.

Leon Cort, yang pernah bermain untuk Burnley, Stoke City, dan Crystal Palace, lebih dikenal karena kariernya di liga bawah. Burnley bahkan menobatkannya sebagai pemain terburuk mereka dalam jajak pendapat penggemar pada 2017.

Per Kroldrup, bek Denmark yang dibeli Everton seharga £5 juta, hanya tampil sekali sebelum dilepas. Penampilannya yang buruk saat melawan Aston Villa pada Boxing Day 2005 menjadi kenangan pahit bagi para penggemar Everton.

Winston Bogarde, yang bergabung dengan Chelsea dari Barcelona, memilih untuk bertahan di klub meskipun jarang dimainkan, lebih karena kontraknya yang menguntungkan daripada kontribusinya di lapangan.

Claude Davis, yang bermain untuk Derby County dan Sheffield United, mengalami kesulitan beradaptasi di Premier League. Musim bersama Derby, di mana timnya kebobolan 89 gol dan menempati posisi terbawah, menambah daftar kesalahan bek ini.

Roque Junior, dengan status juara dunia bersama Brasil, gagal bersinar di Leeds United. Dalam lima penampilan, ia menyaksikan timnya kebobolan 24 gol, termasuk kartu merah di laga debutnya.

Terakhir, Frank Sinclair dikenal karena serangkaian gol bunuh diri yang spektakuler saat bermain untuk Leicester City. Kesalahan-kesalahan tersebut, termasuk sebuah back-pass sepanjang 40 yard yang masuk ke gawang sendiri, menjadikannya simbol ketidakberuntungan di lini pertahanan.

Nama-nama ini mengingatkan kita bahwa di balik setiap pertahanan kokoh, selalu ada kemungkinan terjadinya momen-momen yang mengundang tawa dan frustasi.

Artikel Tag: Arsenal, Frank Sinclair

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru