Juventus Susah Menang, Luciano Spalletti Akui Sulit Tidur
Pelatih Juventus Luciano Spalletti (Image: Juventus)
Berita Liga Europa: Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, mengakui bahwa dirinya masih sulit untuk tidur ketika timnya gagal meraih kemenangan, usai ditahan dengan skor 2-2 oleh Rennes.
I Bianconeri gagal melanjutkan tren kemenangannya di Liga Europa saat menjamu Rennes di Allianz Stadium pada Kamis (22/10) malam WIB setelah tertahan dengan skor 2-2.
Juventus sempat unggul cepat melalui Zeki Celik, namun tim tamu membalikkan keadaan melalui Musa Al-Taamari dan penalti Boulaye Dia. Penalti Nick Woltemade menyamakan skor di babak kedua.
Jhon Lucumi sempat mengira telah memberikan kemenangan 3-2 untuk tim tuan rumah namun wasit menganulirnya karena offside. Tim asuhan Luciano Spalletti pun kini melanjutkan tren buruknya dengan hanya mampu menang sekali dari empat laga terakhir di semua ajang.
Spalletti diminta reaksinya setelah laga, dan mengatakan bahwa timnya sebenarnya sudah fokus untuk menghadapi laga ini.
Dia memuji anak-anak asuhnya yang berupaya untuk meningkatkan level permainan, namun masih belum mampu untuk meraih hasil yang positif.
Spalletti mengakui bahwa dirinya tidak senang dan bahkan sulit tidur ketika Juve gagal meraih kemenangan.
"Reaksi? Itu sesuatu yang harus kami perhatikan sejak awal, baik saya maupun seluruh tim. Para pemain tampaknya telah merespons dengan sangat baik, mereka telah meningkatkan level permainan mereka dan kami masih kekurangan sesuatu," kata Spalletti kepada Sky Sport Italia.
"Saya masih tidak bisa tidur nyenyak akhir-akhir ini, meskipun mereka telah bermain lebih baik: jika saya tidak memenangkan pertandingan, saya tidak bahagia. Ketika situasi muncul di lini depan, seperti hari ini, kita harus maju dan mengambilnya, bukan menunggu kesempatan itu datang kepada kita," tambahnya.
"Kita harus berusaha lebih untuk meraih hasil yang konsisten, hasil datang dari pilihan individu dalam hal-hal yang mungkin tampak sepele. Inilah yang membedakan pemain kuat dengan juara yang mampu mengantisipasi segalanya," lanjutnya.
"Mata dan kepala adalah kunci, kemudian teknik. Messi, misalnya, memiliki sintesis dari apa yang sedang terjadi. Gerakan datang kemudian setelah ide dan pengetahuan sebelumnya."
Artikel Tag: Juventus, Luciano Spalletti