Kanal

Jan Paul van Hecke Ingin Ikuti Jejak Sang Paman di Piala Dunia

Penulis: Fery Andriyansyah
14 Jun 2026, 07:30 WIB

Jan Paul van Hecke berpeluang lanjutkan tradisi keluarga. (Foto: Roger Wimmer/ISI Photos/ISI Photos via Getty Images)

Berita Piala Dunia: Jan Paul van Hecke akan menjalani salah satu momen terbesar dalam kariernya saat Belanda memulai perjalanan di Piala Dunia 2026. Bek Brighton and Hove Albion itu berpeluang tampil sebagai starter dan sekaligus melanjutkan tradisi keluarga yang pernah terukir hampir setengah abad lalu.

Jan Paul van Hecke diperkirakan akan berduet dengan Virgil van Dijk di jantung pertahanan Belanda saat menghadapi Jepang pada Senin (15/6/2026) dini hari WIB dalam laga pembuka Grup F. Kesempatan itu datang setelah Jurrien Timber harus absen dari turnamen akibat cedera.

Bagi Van Hecke, tampil di Piala Dunia memiliki makna yang lebih dalam. Pamannya, Jan Poortvliet, pernah memperkuat Belanda hingga mencapai final Piala Dunia 1978. Saat itu, Oranje harus mengakui keunggulan Argentina setelah kalah pada laga puncak. "Perasaan bangga yang luar biasa. Sangat fantastis bisa berada di sini," kata Van Hecke.

Bek berusia 26 tahun itu mengaku turut merasakan kesedihan atas absennya Timber. Menurutnya, kesempatan bermain di Piala Dunia adalah impian setiap pemain dan situasi yang dialaminya saat ini datang dalam kondisi yang tidak ideal. "Ini adalah impian saya, tetapi itu juga impian dia," ujar Van Hecke. "Sangat disayangkan impiannya harus berakhir seperti ini."

Menariknya, kisah yang dialami Van Hecke memiliki kemiripan dengan perjalanan sang paman pada 1978. Poortvliet juga masuk skuad Belanda sebagai pemain yang tidak terlalu diunggulkan sebelum akhirnya mendapat kesempatan tampil setelah Hugo Hovenkamp mengalami cedera menjelang turnamen.

Dalam wawancara dengan NOS, Poortvliet mengaku tidak terkejut melihat perkembangan karier keponakannya. Ia bahkan pernah melatih Van Hecke saat masih bermain di level U-17 dan sudah melihat karakter kuat yang dimiliki sang pemain sejak usia muda.

"Bahkan saat itu dia sudah memiliki tekad yang kuat untuk memanfaatkan setiap kesempatan," kata Poortvliet. "Jan Paul sangat stabil dan sulit digoyahkan, baik di sepak bola maupun dalam kehidupan. Apa yang sudah dia capai sangat mengesankan."

Menjelang laga melawan Jepang, Van Hecke juga mengingatkan bahwa Belanda tidak akan menghadapi pertandingan yang mudah. Ia menilai lawan mereka memiliki kualitas tinggi meski kehilangan Kaoru Mitoma karena cedera.

"Kami langsung menghadapi lawan yang kuat. Menang 1-0 atas Inggris di Wembley mengatakan banyak hal," ujar Van Hecke. "Menurut saya, Mitoma adalah pemain terbaik mereka. Saya sangat sedih dia harus absen dari Piala Dunia, tetapi Jepang tetap memiliki tim yang kuat."

Kini Jan Paul van Hecke memiliki peluang untuk menulis kisahnya sendiri bersama Oranje. Jika mampu membawa Belanda melaju jauh, ia bisa mengikuti jejak sang paman yang pernah merasakan atmosfer final Piala Dunia hampir lima dekade silam.

Artikel Tag: Belanda, Piala Dunia 2026, Jan Paul van Hecke

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru