Jadon Sancho Disebut Diperlakukan Tidak Adil oleh Erik ten Hag
Jadon Sancho. (Foto: Nick Potts/PA Images)
Berita Sepak Bola: Mantan kapten Aston Villa, Gabriel Agbonlahor, menyebut Jadon Sancho berontak karena diperlakukan tidak adil oleh manajer Manchester United, Erik ten Hag.
Kasus Jadon Sancho terbilang sangat unik. Manchester United harus membayar mahal untuk mendapatkan dia dan memberikan gaji yang besar, tetapi sekarang Sancho bahkan tidak masuk tim utama Setan Merah.
Winger berpaspor Inggris itu berselisih dengan pelatih Setan Merah, Erik ten Hag. Sayangnya, Sancho memilih mengungkapkan kekesalannya di media sosial, yang justru malah memperpanjang masalah.
Sejak terakhir kali Sancho tampil memperkuat the Red Devils pada Agustus 2023, namanya hampir tidak terdengar. Gosip tentang kepergiannya kembali muncul pada bursa transfer Januari 2024.
Sebelum status Sancho dibekukan dari tim inti, sempat muncul kabar yang menyebutkan bahwa dia tidak melakukan latihan dengan baik. Adapun keputusan Erik ten Hag untuk mencoret Sancho memang tidak pernah dijelaskan secara eksplisit.
Andai kabar itu benar, Sancho mungkin hanya menunjukkan rasa kesalnya saja karena tidak bermain dan itu membuat dia memiliki masalah perilaku yang membuat ruang ganti tidak nyaman.
"Mungkin satu hal yang benar-benar mengganggu Sancho adalah Antony main di setiap laga, tapi hasilnya nihil. Di laga berikutnya, Antony starter, hasilnya tetap nihil," ujar Gabriel Agbonlahor kepada talkSPORT.
Agbonlahor berpikir bahwa Sancho mungkin kecewa dengan cara pelatih memperlakukan Antony dan dirinya secara berbeda. Antony juga tidak memberikan kontribusi, tetapi dia masih tetap bermain.
"Jadon Sancho mungkin berpikir, 'saya sudah bekerja keras, tapi tidak mendapatkan kesempatan'. Mungkin setelah itu dia sedikit kendur di sesi latihan, pelatih mengkritiknya, dan dia menyerang balik."
Artikel Tag: Manchester United, Gabriel Agbonlahor, Jadon Sancho