Hadapi Mali di 16 Besar, Yan Valery Sebut Tunisia Butuh Perubahan Mental
Yan Valery / via Gettyimages
Berita Sepak Bola: Tunisia bersiap menghadapi laga berat saat berjumpa Mali di babak 16 besar Piala Afrika. Bek Les Aigles de Carthage, Yan Valery, menegaskan timnya harus melakukan perubahan mental setelah gagal memenuhi ekspektasi di fase penyisihan grup.
Menurut Valery, laga melawan Mali akan menjadi awal dari "turnamen baru" bagi Tunisia, dengan tekad belajar dari kesalahan sebelumnya demi menampilkan performa yang lebih konsisten di fase gugur.
"Kami siap memberikan pertandingan yang bagus melawan Mali. Ini adalah turnamen baru yang baru dimulai. Kami akan belajar dari kesalahan kami di babak penyisihan grup, yang akan menjadi pelajaran untuk pertandingan melawan Mali," kata Yan Valery dikutip dari beIN Sports.
"Kami menikmati dukungan dari para penggemar Maroko dan Tunisia. Kami merasakan tekanan yang sama seperti yang kami hadapi di level klub dan menghadapinya dengan cara yang sama, seperti yang telah kami lakukan sepanjang karier kami."
Les Aigles de Carthage, juara Piala Afrika tahun 2004, memulai turnamen tahun ini dengan gemilang, meraih kemenangan 3-1 atas Uganda. Kemudian bermain imbang 1-1 dengan Tanzania sebelum kalah 3-2 dari Nigeria, tetapi tetap lolos ke babak selanjutnya.
Pelatih Sami Trabelsi mengatakan dia tahu timnya harus meningkatkan performanya.
"Kami tidak puas dengan performa dan hasil keseluruhan tim kami di turnamen ini," kata Trabelsi. "Insya Allah, kami akan menunjukkan wajah asli kami melawan Mali dan meraih kesuksesan."
Artikel Tag: Mali, Yan Valery, Tunisia