Kanal

Gustavo Alfaro Hormati Keputusan VAR usai Paraguay Disingkirkan Prancis

Penulis: Fery Andriyansyah
05 Jul 2026, 18:00 WIB

Gustavo Alfaro akui sedih usai langkah Paraguay terhenti di Piala Dunia 2026. (Foto: Justin Setterfield/Getty Images)

Berita Piala Dunia: Gustavo Alfaro menerima dengan lapang dada keputusan VAR yang menghadiahkan penalti bagi Prancis dalam kekalahan 0-1 Paraguay pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, Ahad (5/7/2026) dini hari WIB di Philadelphia Stadium, Philadelphia. Pelatih La Albirroja itu mengaku belum bisa menilai keputusan wasit secara objektif setelah pertandingan.

Paraguay harus mengakhiri perjalanan impresif mereka setelah penalti Kylian Mbappe pada menit ke-70 menjadi pembeda. Wasit Ilgiz Tantashev awalnya membiarkan permainan berlanjut ketika Desire Doue terjatuh usai berduel dengan Diego Gomez, tetapi kemudian mengubah keputusan setelah meninjau tayangan ulang melalui VAR.

Berbicara kepada wartawan seusai pertandingan, Gustavo Alfaro mengatakan dirinya berada tepat di belakang wasit ketika insiden tersebut ditinjau. Karena itu, ia memilih tidak terburu-buru mengkritik keputusan yang akhirnya diambil perangkat pertandingan.

"Saya melihatnya ketika wasit sedang memeriksa monitor VAR. Saya berada tepat di belakang wasit dan saya tidak bisa bersikap objektif," ujar Alfaro.

"Wasit awalnya menilai pemain mencoba mencari kontak. Lalu VAR menyatakan itu penalti. Saya akan melihat tayangan itu lagi dengan lebih mendalam. Saat melihat ulang permainannya, pemain memang berada di udara, dia sangat terampil dan bisa bergerak di ruang yang sempit," lanjutnya.

Meski gagal melangkah lebih jauh, Alfaro tetap bangga dengan pencapaian Paraguay di Piala Dunia 2026. Sebelum menghadapi Prancis, ia bahkan telah menyebut perjalanan timnya sebagai sesuatu yang luar biasa, terlebih setelah secara mengejutkan menyingkirkan Jerman melalui adu penalti pada babak 32 besar.

Namun, pelatih berusia 63 tahun itu mengakui kekalahan dari Prancis tetap meninggalkan rasa kecewa yang mendalam. Ia menegaskan tidak pernah menyukai kekalahan, tetapi pengalaman tersebut harus menjadi pelajaran penting bagi para pemainnya.

"Saya meninggalkan Piala Dunia dengan tenang karena kami benar-benar berjuang. Namun, saya tetap sedih karena ingin melangkah lebih jauh dan tentu saja kekalahan tidak pernah membuat siapa pun bahagia," katanya.

"Saya tidak suka kalah dalam hal apa pun. Saya mengatakan kepada para pemain di ruang ganti bahwa jika ingin menjadi pemenang, hal pertama yang harus dipelajari adalah bagaimana menerima kekalahan," sambung Alfaro.

Kontrak Alfaro bersama Paraguay akan berakhir pada penghujung tahun ini. Meski belum memastikan masa depannya, mantan pelatih Ekuador tersebut mengaku memiliki ikatan emosional yang sangat kuat dengan La Albirroja dan belum ingin memikirkan keputusan apa pun dalam waktu dekat.

"Hari ini saya masih memiliki luka yang terbuka. Saya belum bisa berpikir jernih karena masih sangat emosional. Saya rasa saya harus menunggu sampai semuanya lebih tenang. Sejujurnya saya belum tahu apa yang akan saya lakukan secara profesional. Bagi saya, tidak ada tempat yang lebih baik daripada Paraguay. Negara ini, klub-klubnya, para pemain, dan semua orang telah membuka pintu mereka untuk saya," pungkas Alfaro.

Artikel Tag: Prancis, Piala Dunia, Paraguay, Piala Dunia 2026, Gustavo Alfaro

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru