Gianni Infantino Ditekan Tiga Konfederasi, Masa Depannya Terancam
UEFA, CONCACAF dan AFC kompak kritik Gianni Infantino. (Foto: Orhan Cicek/Anadolu via Getty Images)
Berita Sepak Bola: Gianni Infantino kembali mendapat tekanan setelah UEFA, CONCACAF dan AFC menerbitkan surat bersama yang menegaskan bahwa sepak bola bukan milik satu individu. Tiga konfederasi tersebut juga mempertanyakan kepemimpinan Presiden FIFA itu setelah rencana investasi swasta dalam kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, dibatalkan hanya beberapa hari setelah diperkenalkan.
Gianni Infantino sebelumnya mendapat kritik keras setelah mengusulkan skema yang memungkinkan investor swasta mengambil bagian dalam hak komersial turnamen FIFA. Rencana tersebut memicu penolakan dari sejumlah konfederasi dan asosiasi nasional, sebelum akhirnya ditarik kembali. FIFA kemudian menuduh adanya upaya terkoordinasi untuk merusak organisasi dan kepemimpinan Infantino.
Namun, kritik justru kembali menguat pada Senin. UEFA, CONCACAF dan AFC menyatakan bahwa kepemimpinan sepak bola bukanlah sesuatu yang dapat dimiliki seseorang. Mereka juga menilai kepercayaan telah rusak ketika seorang pemimpin menempatkan dirinya di atas kelompok yang memberikan mandat kepadanya.
"Ketika kepercayaan rusak karena penipuan, ketika seseorang menempatkan dirinya di atas kelompok yang memberinya kewenangan, kewajiban tersebut telah ditinggalkan," tulis ketiga konfederasi tersebut dalam surat bersama.
Tekanan terhadap Infantino semakin besar karena ia akan berusaha mendapatkan masa jabatan keempat sekaligus terakhir dalam pemilihan Presiden FIFA di Rabat pada Maret mendatang. Batas waktu pendaftaran kandidat adalah 18 November. Presiden CONCACAF Victor Montagliani bahkan dipandang sebagai salah satu calon yang berpotensi menantang Infantino.
Rencana investasi swasta tersebut sebelumnya mendapat penolakan keras dari UEFA. Ancaman untuk memboikot Piala Dunia jika rencana itu dilanjutkan menjadi salah satu faktor penting yang membuat Infantino membatalkannya. Penolakan tersebut berpotensi melibatkan sejumlah negara kuat seperti Spanyol, Prancis dan Inggris.
Infantino tetap mendapat dukungan dari beberapa pihak. Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) telah menyatakan dukungannya, sementara CONMEBOL juga cenderung berada di pihaknya. Sejumlah anggota CONCACAF dan AFC, termasuk Meksiko, Kuwait serta Qatar, turut memberikan dukungan. Namun, konfederasi tidak memberikan suara sebagai satu blok dalam pemilihan Presiden FIFA.
Ketiga konfederasi juga menolak penjelasan FIFA yang menggambarkan polemik tersebut sebagai kegagalan komunikasi. Menurut mereka, persoalan sebenarnya merupakan kegagalan dalam mengambil keputusan. Mereka turut mempertanyakan pertemuan darurat di Maroko yang hanya melibatkan sejumlah anggota manajemen FIFA, bukan seluruh komite.
"Ini bukan perilaku seorang penjaga permainan, tetapi seseorang yang merasa permainan harus bertanggung jawab kepadanya," tulis mereka.
UEFA, CONCACAF dan AFC kemudian mengingatkan bahwa perkembangan sepak bola dalam satu dekade terakhir bukanlah hasil kerja Infantino seorang diri. Perluasan turnamen, pemberian tuan rumah Piala Dunia 2030 dan 2034, serta distribusi sumber daya merupakan hasil kerja bersama FIFA, konfederasi, asosiasi anggota dan ribuan orang yang terlibat dalam sepak bola.
Surat tersebut ditutup dengan kritik bahwa di bawah kepemimpinan Gianni Infantino terdapat keheningan ketika seharusnya ada pertanggungjawaban dan jarak ketika seharusnya ada keterbukaan. Mereka menegaskan sikap tersebut diambil bersama karena merasa memiliki tanggung jawab untuk menjaga sepak bola dan persatuan di dalamnya.