Gianni Infantino Bela Aturan Hydration Break di Piala Dunia 2026
Gianni Infantino tegaskan hydration break bukan untuk tambah pendapatan iklan. (Foto: Joe Prior/Visionhaus/Getty Images)
Berita Piala Dunia: Gianni Infantino membela kebijakan hydration break yang diterapkan di seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 setelah menuai kritik dari berbagai pihak. Presiden FIFA itu menegaskan aturan tersebut dibuat untuk alasan olahraga dan kesetaraan kompetisi, bukan untuk menambah pendapatan dari iklan televisi selama turnamen berlangsung.
Infantino memberikan penjelasan setelah hydration break berdurasi tiga menit yang diperkenalkan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko terus memicu perdebatan. Sejumlah penggemar menilai aturan tersebut mengganggu ritme pertandingan, sementara pihak lain mempertanyakan penerapannya pada laga yang dimainkan dalam suhu lebih rendah atau di stadion berpendingin udara.
Perdebatan itu kembali mencuat saat Inggris bermain imbang tanpa gol melawan Ghana pada Rabu (24/6/2026) dini hari WIB. Dalam pertandingan Grup L tersebut, hydration break kembali disambut siulan dari sebagian penonton yang merasa jeda tersebut mengurangi intensitas dan alur alami pertandingan.
Menanggapi kritik yang berkembang, Gianni Infantino mengatakan, "Tidak ada pendapatan tambahan untuk FIFA karena seluruh perjanjian komersial sudah ditandatangani jauh sebelumnya. Ini bukan masalah finansial bagi kami. Bagi kami, ini murni persoalan olahraga."
FIFA berpendapat bahwa jadwal turnamen yang berlangsung selama 39 hari dengan kemungkinan delapan pertandingan bagi tim yang mencapai final membuat kebutuhan pemulihan fisik menjadi semakin penting. Karena itu, badan sepak bola dunia tersebut menilai para pemain membutuhkan kesempatan singkat untuk memulihkan kondisi selama pertandingan berlangsung.
Selain faktor cuaca, FIFA juga menyoroti pentingnya menjaga keseragaman kondisi pertandingan. Menurut Infantino, semua peserta harus mendapatkan perlakuan yang sama tanpa dipengaruhi perbedaan cuaca atau faktor eksternal lainnya yang dapat memengaruhi jalannya pertandingan.
Menjelaskan alasan tersebut, Infantino berkata, "Alasan utamanya memang cuaca panas, tetapi kami juga harus memahami bahwa dalam kompetisi seperti Piala Dunia, memiliki momen untuk beristirahat sangat penting. Yang lebih penting lagi adalah memastikan semua tim bermain dalam kondisi yang sama di setiap pertandingan."
Kebijakan hydration break juga memunculkan spekulasi mengenai manfaat komersial bagi penyelenggara dan pemegang hak siar. Banyak kritik muncul karena jeda tersebut memberi ruang tambahan bagi stasiun televisi untuk menayangkan iklan selama siaran langsung berlangsung.
Meski demikian, FIFA bersikeras bahwa aspek kesetaraan kompetisi tetap menjadi pertimbangan utama. Organisasi tersebut menilai pelatih tidak boleh memperoleh keuntungan taktis hanya karena kondisi cuaca tertentu yang memungkinkan adanya penghentian pertandingan di sebagian laga, tetapi tidak di laga lainnya.
Mengulas aspek tersebut, Infantino mengatakan, "Kami ingin memastikan kondisi yang setara bagi semua orang. Sulit menerima jika seorang pelatih mendapat kesempatan memengaruhi pertandingan hanya karena cuaca lebih panas, sementara di pertandingan lain kesempatan yang sama tidak tersedia. Karena itulah hydration break diterapkan di setiap pertandingan."
Perdebatan mengenai aturan ini diperkirakan akan terus berlangsung sepanjang turnamen. Menurut laporan BBC, para ahli memperkirakan satu slot iklan berdurasi 30 detik selama siaran Piala Dunia di Fox Sports Amerika Serikat dapat bernilai antara 200 ribu hingga 300 ribu dolar AS, sehingga memunculkan berbagai spekulasi mengenai dampak komersial dari kebijakan tersebut.
Terlepas dari kritik yang terus bermunculan, Gianni Infantino menegaskan FIFA akan mempertahankan penerapan hydration break selama Piala Dunia 2026. Ia meyakini kebijakan tersebut merupakan cara terbaik untuk menjaga kesetaraan kondisi pertandingan sekaligus membantu para pemain menghadapi tuntutan fisik turnamen yang panjang.
Artikel Tag: FIFA, Gianni Infantino, Piala Dunia, Piala Dunia 2026