FIFA Setujui “Hukum Vinicius” untuk Cegah Rasisme
FIFA Setujui “Hukum Vinicius” untuk Cegah Rasisme - sumber: (footballespana)
Berita Liga Spanyol kini tengah ramai membicarakan Real Madrid dan Vinicius Junior. Sorotan ini muncul akibat kasus yang melibatkan Gianluca Prestianni, yang diduga melakukan pelecehan rasial terhadap punggawa Los Blancos tersebut dalam laga play-off Liga Champions melawan Benfica. Hingga saat ini, UEFA masih menyelidiki insiden tersebut.
Sementara itu, Prestianni sudah dikenakan sanksi oleh UEFA dan tidak dapat tampil dalam duel kedua melawan Benfica pada Rabu lalu. Baik Prestianni maupun Benfica membantah tuduhan bahwa Prestianni memanggil Vinicius dengan kata-kata rasis. Sayangnya, audio dari pinggir lapangan tidak merekam percakapan mereka, sehingga sulit untuk menemukan bukti yang menguatkan tuduhan tersebut.
Tindakan Prestianni yang menutup mulut saat berbicara dengan Vinicius membuat lipreading tidak dapat digunakan. Namun, FIFA dan IFAB berencana untuk menindak tegas aksi semacam ini. Berdasarkan laporan dari Diario AS, kedua organisasi tersebut sepakat untuk melarang pemain menutupi mulutnya saat berbicara dengan lawan sebagai upaya memberantas rasisme.
Aturan baru ini, yang disebut-sebut sebagai "hukum Vinicius", disetujui dalam pertemuan terbaru IFAB pada hari Sabtu dan rencananya akan diterapkan sebelum Piala Dunia 2026. FIFA serius dalam memerangi rasisme, dan perubahan ini menjadi bukti nyata dari komitmen tersebut. Langkah ini kemungkinan besar akan disambut baik oleh Real Madrid, yang terus memberikan dukungan kepada Vinicius dalam kasus yang sedang diselidiki UEFA terkait Prestianni dan insiden tidak menyenangkan di Estadio da Luz 12 hari yang lalu.
Artikel Tag: Real Madrid, Benfica, Vinicius Junior, Gianluca Prestianni