Kanal

Emil Audero Kebobolan Lagi, Nicola Ungkap Masalah di Bola Mati

Penulis: Abdi Ardiansyah
09 Mar 2026, 16:37 WIB

Emil Audero

Berita Liga Italia: Pelatih Cremonese, Davide Nicola, mengakui timnya memiliki masalah serius dalam menghadapi situasi bola mati terutama antisipasi kiper Emil Audero. Hal itu kembali terlihat saat mereka kalah 1-2 dari Lecce di Liga Italia.

Cremonese kembali menelan hasil buruk di Liga Italia 2025 2026 setelah kalah 1-2 saat bertandang ke markas Lecce di Stadion Via del Mare, Minggu (8/03/2026). Kekalahan tersebut membuat pelatih Davide Nicola menyoroti satu kelemahan utama timnya, yakni pertahanan dalam menghadapi bola mati.

Gol pertama Lecce tercipta pada menit ke-22 melalui situasi sepak pojok. Umpan corner kick yang dilepaskan Antonino Gallo berhasil disambut sundulan Santiago Pierotti yang tidak mampu diantisipasi dengan baik oleh lini pertahanan Cremonese, termasuk kiper Timnas Indonesia, Emil Audero.

Keunggulan Lecce kemudian bertambah pada menit ke-38 melalui eksekusi penalti Nikola Stulic. Cremonese sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol Federico Bonazzoli, namun gagal menyamakan kedudukan hingga pertandingan berakhir.

Usai laga, Nicola mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kemampuan tim dalam mengatasi situasi bola mati. Menurutnya, gol pertama Lecce menunjukkan adanya persoalan yang harus segera dibenahi.

"Ini kali keempat kami kebobolan dari bola mati dan jelas ada sesuatu yang salah," kata Nicola seperti dikutip dari Tuttomercato.

Pelatih berusia 52 tahun itu menegaskan bahwa timnya perlu mencari solusi agar kesalahan serupa tidak terus berulang dalam pertandingan berikutnya.

"Kami perlu menemukan solusi berbeda dan kami akan melakukannya. Semuanya dimulai dari rasa lapar dan amarah yang Anda rasakan dalam membaca situasi," ujarnya.

Sepanjang musim Serie A 2025/2026, Cremonese memang beberapa kali kesulitan menghadapi skema bola mati lawan. Meski demikian, mereka bukan tim dengan jumlah kebobolan terbanyak dari situasi tersebut.

Udinese dan Napoli justru menjadi dua klub yang paling sering kebobolan dari set piece musim ini dengan catatan tujuh gol. Sementara Cremonese telah empat kali kemasukan dari situasi bola mati.

Namun secara keseluruhan, lini pertahanan Cremonese memang masih menjadi salah satu yang terburuk di liga. Dari 28 pertandingan yang telah dijalani, tim tersebut sudah kebobolan 40 gol.

Beberapa tim lain bahkan memiliki catatan lebih buruk, seperti Hellas Verona dan Torino yang masing-masing sudah kebobolan 49 gol, Pisa dengan 48 gol, serta Fiorentina dan Udinese yang telah kemasukan lebih dari 40 gol.

Kekalahan dari Lecce membuat Cremonese semakin tertekan di papan bawah klasemen. Mereka kini berada di peringkat ke-18 dengan koleksi 24 poin dari 28 pertandingan, posisi yang menempatkan mereka di zona degradasi.

Situasi ini membuat Nicola harus segera menemukan solusi untuk memperbaiki pertahanan timnya jika ingin keluar dari ancaman turun kasta, sekaligus pengingat bagi Emil Audero untuk meningkatkan performanya di pertandingan selanjutnya.

Artikel Tag: Serie A, davide nicola, emil audero, timnas indoensia, Cremonese

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru