Dituduh Lakukan Tindakan Rasisme, Marc Klok Beri Bantahan
Kapten Persib, Marc Klok
Berita Super League Indonesia: Gelandang Persib, Marc Klok buka suara mengenai tuduhan rasisme yang dia lakukan kepada pemain Bhayangkara FC, Henry Doumbia. Insiden ini terjadi di laga pekan ke-30 Super League 2025/2026 lalu.
Kedua kesebelasan bertanding di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Kamis (30/4). Dalam laga tersebut, Persib Bandung meraih kemenangan dengan skor 4-2 dan sukses membawa pulang tiga poin ke Kota Kembang.
Namun usai laga, pihak Bhayangkara FC menerbitkan pernyataan bahwa ada tindakan rasisme yang dilakukan Klok kepada Henry Doumbia. Peristiwanya terjadi di pengujung babak pertama dan friksi terjadi hingga lorong menuju ruang ganti.
Marc Klok pun angkat bicara soal tuduhan tersebut. Menurutnya ucapan rasisme tidak pernah dia ucapkan kepada Henry Doumbia dan pernyataan dari pihak The Guardian itu justru menyudutkannya.
"Saya dengan tegas membantah tuduhan rasisme yang ditujukan kepada saya. Penyebaran informasi yang tidak benar mengenai sesuatu yang tidak pernah terjadi merupakan hal yang tidak dapat diterima dan merugikan nama baik saya," ujarnya dalam pernyataan resmi, Sabtu (2/5).
"Sepanjang hidup, saya selalu menjunjung tinggi nilai rasa hormat, kesetaraan, profesionalisme, dan anti-rasisme. Sepanjang karier saya, saya telah berbagi ruang ganti dengan pemain dari berbagai latar belakang, budaya, dan kebangsaan," imbuhnya.
Sebagai pesepakbola profesional, dia menyatakan selalu menjunjung rasa hormat baik di dalam maupun luar lapangan. Hal itu juga tentu sudah diketahui oleh pelatih, rekan setim dan orang-0rang terdekat dia.
Pemain berusia 33 tahun ini juga sudah berbicara langsung dengan pihak Bhayangkara FC usai laga. Menurutnya semua sudah jelas dan mengklarifikasinya dengan sikap hormat, bahwa ada kesalahpahaman dari yang terjadi antara Klok dan Doumbia.
"Saat kami mencetak gol menjadi 2-1, Henry Doumbia menahan bola alih-alih melanjutkan kick-off. Kami berusaha segera melanjutkan permainan untuk mengejar ketertinggalan. Saya mengatakan dengan jelas kepadanya, "Give me the ball back". Kami kemudian membicarakan hal tersebut. Ia meminta maaf kepada saya karena sebelumnya mengira saya mengatakan kata "black"," ujar sang pemain.
"la mengakui kesalahpahaman tersebut, begitu pula rekan-rekan setimnya dan pelatih mereka, yang memiliki hubungan baik dengan saya. Namun, manajer mereka, Sumardji, yang tidak berada di dekat lapangan, terus menyebut saya sebagai rasis, baik di dalam lorong stadion, dekat ruang ganti, maupun di lapangan setelah pertandingan," imbuhnya.
Karena tuduhan tersebut, Klok mengatakan dirinya terluka atas tuduhan tersebut. Dia pun menuntut permintaan maaf karena merasa disudutkan atas hal yang sebenarnya tidak terjadi.
"Saya mengharapkan adanya permintaan maaf resmi dari Bhayangkara Presisi Lampung FC atas kekeliruan dan kesalahpahaman yang merugikan nama saya, serta atas penyebaran tuduhan yang tidak benar," pungkas kapten Persib yang sudah dua kali meraih trofi Liga 1 ini.