Dewa United FC Bertekad Kembali Ke Jalur Kemenangan Kala Menjamu PSIM Jogja
Gelandang Dewa United FC, Ricky Kambuaya dalam persiapan menghadapi PSIM Jogja/foto dok Dewa United FC
Berita Super League: Dewa United FC mengusung misi bangkit untuk mengamankan poin penuh saat menjamu PSIM Jogja dalam lanjutan pekan ke-26 Super League musim 2025/2026.
Setelah gagal memetik kemenangan dalam dua laga terakhir, termasuk kekalahan dari Bhayangkara FC dan hasil imbang kontra Persija Jakarta, skuat asuhan Jan Olde Riekerink kini membidik hasil maksimal di Stadion Internasional Banten, Jumat (3/4/2026) malam pukul 19.00 WIB.
Pertandingan melawan PSIM Jogja ini menjadi momentum krusial bagi tim berjuluk Banten Warriors untuk kembali ke tren positif di papan klasemen.
Menjelang laga tersebut, Pelatih Dewa United FC, Jan Olde Riekerink menyampaikan pandangannya terkait performa tim asuhnya saat menahan imbang Persija Jakarta pada laga sebelumnya menjadi modal penting secara mental untuk meladeni permainan PSIM Jogja.
"Usai menghadapi Persija, kami menilai tim menampilkan performa yang baik. Dari laga tersebut, kami mengambil hal-hal positif sebagai bekal untuk menghadapi pertandingan berikutnya," ujar Jan Olde Riekerink seperti dikutip dari laman resmi klub.
Pelatih asal Belanda tersebut menegaskan bahwa Dewa United FC memiliki ambisi besar untuk memperbaiki posisi di klasemen akhir Super League musim 2025/2026. Dengan sisa sembilan pertandingan, konsistensi menjadi harga mati yang harus dijaga oleh seluruh elemen tim.
"Kami merasa siap, dan tentu memiliki ambisi untuk mengakhiri musim dengan posisi yang lebih tinggi. Dengan sembilan pertandingan tersisa, tim bertekad untuk terus memperbaiki peringkat di klasemen," tambahnya.
Terkait kekuatan lawan, Jan Olde Riekerink memberikan penilaian objektif terhadap performa PSIM Jogja musim ini. Ia menyoroti keseimbangan performa lawan baik saat melakoni laga kandang maupun tandang yang dinilai cukup stabil.
"Saya juga menilai ia mampu melewati musim ini dengan cukup baik. Performa tim, baik dalam laga kandang maupun tandang, tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Jika masih ada satu pertandingan tersisa dan mereka mampu meraih kemenangan di kandang, maka catatan hasil kandang dan tandang akan menjadi seimbang," ungkapnya.
Pelatih yang akrab disapa Coach Jan ini mengingatkan skuad Dewa United FC untuk mewaspadai organisasi permainan lawan yang sangat rapi dan memiliki mobilitas tinggi, terutama saat bermain sebagai tim tamu.
"Pada akhirnya, tim cenderung lebih mengandalkan permainan reaktif saat menjalani laga tandang dibandingkan ketika bermain di kandang. Meski demikian, tim terlihat sangat terorganisasi dan memiliki mobilitas yang tinggi. Jika hal tersebut mencerminkan kinerja pelatih, maka dapat dikatakan ia telah menjalankan tugasnya dengan baik," pungkasnya.
Artikel Tag: Super League, Dewa United FC, Jan Olde Riekerink