Kanal

David Moyes Ingin Everton ke Eropa Musim Depan, Ini Tantangannya

Penulis: Fery Andriyansyah
03 Jan 2026, 23:30 WIB

Manajer Everton, David Moyes. (Foto: Shaun Botterill/Getty Images)

Berita Liga Inggris: David Moyes menilai Everton berpotensi menemukan cara untuk bertahan di jalur kompetisi Eropa secepat musim depan, andai klub mampu melampaui ekspektasi di Premier League. Memasuki awal 2026, The Toffees berada di posisi kedelapan klasemen, hanya terpaut dua poin dari zona lima besar, dengan rangkaian jadwal yang relatif menguntungkan pada awal tahun.

Namun, David Moyes menyadari bahwa mengubah posisi tersebut menjadi tantangan serius menuju Eropa bukan perkara mudah. Skuad Everton saat ini sangat terbatas dan terus diuji sepanjang musim dingin. Meski begitu, manajer asal Skotlandia itu menilai kembalinya The Toffees ke panggung Eropa akan menjadi hal positif dan layak diperjuangkan jika progres tim berlanjut pada paruh kedua musim.

Kedatangan Moyes hampir 12 bulan lalu langsung memunculkan kembali mimpi Eropa di kalangan suporter, setelah bertahun-tahun berkutat dengan ancaman degradasi. Bahkan dengan dukungan pemilik baru, The Friedkin Group, sedikit yang memprediksi target tersebut bisa sedekat ini.

Akuisisi The Friedkin Group yang rampung pada Desember 2024 memberi stabilitas finansial dan manajerial yang sangat dibutuhkan Everton. Moyes kemudian mendapat dukungan signifikan di bursa transfer musim panas, dengan sembilan pemain baru didatangkan. Beberapa di antaranya adalah talenta muda Inggris Tyler Dibling serta transfer pinjaman profil tinggi Jack Grealish dari Manchester City.

Meski belanja lebih dari £100 juta, skuad The Toffees tetap tergolong tipis. Hal itu merupakan dampak dari kebijakan penghematan pada tahun-tahun terakhir era Farhad Moshiri. Kondisi tersebut semakin terasa dalam enam pekan terakhir.

Jarrad Branthwaite, Kiernan Dewsbury-Hall, Seamus Coleman, Carlos Alcaraz, dan Michael Keane masih berkutat dengan cedera. Sementara itu, Iliman Ndiaye dan Idrissa Gueye absen karena membela Senegal di Piala Afrika. Situasi ini memaksa Moyes membawa empat pemain akademi dan dua penjaga gawang ke bangku cadangan saat menghadapi Nottingham Forest di tengah pekan.

Kendati demikian, kemenangan impresif di City Ground semakin menguatkan asa Everton menuju zona Eropa. Hasil positif dalam laga-laga berikutnya melawan Brentford dan Wolverhampton Wanderers berpotensi memperkokoh posisi mereka, terutama saat para pemain inti mulai kembali.

Moyes mengakui dirinya sempat memikirkan risiko jika kesuksesan datang terlalu cepat, termasuk kesiapan tim menghadapi jadwal padat kompetisi Eropa. “Saya sudah memikirkannya. Kadang memang kemajuan bisa datang terlalu cepat,” ujar Moyes. “Saya sangat ingin membawa Everton kembali ke Eropa, bahkan mungkin lebih cepat dari yang orang bayangkan.”

Namun, ia juga realistis. “Ada bagian dari diri saya yang bertanya, apakah kami siap bermain Kamis-Ahad atau Rabu-Sabtu? Target paling realistis mungkin bukan Liga Champions. Jika kami masuk kompetisi lain, itu butuh satu langkah besar lagi,” jelasnya.

Meski ragu, David Moyes merujuk pengalamannya bersama West Ham United. “Saya juga membawa West Ham ke Eropa saat itu dan saya merasa kami belum siap, tapi kami menemukan cara untuk menjalaninya. Itu rencananya, jika kami bisa mencapainya.”

Moyes menutup dengan peringatan bahwa persaingan Premier League sangat ketat. “Saat ini rasanya masih sangat jauh karena banyaknya tim yang bersaing. Kami hanya perlu kalah dua atau tiga laga dan pembicaraan bisa berubah menjadi menjauhi zona degradasi,” pungkasnya.

Artikel Tag: David Moyes, Everton, Premier League

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru