☰
Kanal
✕

David Moyes Akui Jurang Kualitas Everton Masih Jauh dari Tim Elite

Penulis: Fery Andriyansyah
25 Okt 2026, 21:00 WIB

David Moyes soroti keterbatasan skuad Everton saat ditundukkan Arsenal di Emirates Stadium. (Foto: Alex Pantling/Getty Images)

Berita Liga Inggris: Manajer Everton, David Moyes, menegaskan optimismenya untuk membawa The Toffees bersaing di level tertinggi Premier League. Kendati demikian, pelatih asal Skotlandia tersebut mengakui masih ada jurang kualitas dan kedalaman skuad yang amat lebar antara timnya dan jajaran klub elite.

Keputusan The Friedkin Group yang menghentikan kucuran dana belanja pemain menjelang penutupan bursa transfer musim panas lalu membuat David Moyes hanya memiliki 18 pemain senior non-kiper. Everton bahkan hanya memiliki masing-masing satu opsi murni untuk posisi penyerang tengah, bek kiri, dan bek kanan.

Keterbatasan tersebut berbanding terbalik dengan kedalaman skuad Arsenal saat Everton ditundukkan 0-2 di Emirates Stadium pada Sabtu (24/10/2026). Usai unggul dua gol, manajer Arsenal Mikel Arteta dengan leluasa memasukkan tiga pemain bintang bernilai total 170 juta poundsterling dari bangku cadangan, yakni Bruno Guimaraes, Kai Havertz, dan Riccardo Calafiori.

"Jelas itu menjadi keuntungan yang sangat besar dengan skuad dan kualitas pemain yang mereka miliki, tetapi mereka layak mendapatkannya atas apa yang telah mereka bangun. Mereka membangun skuad dan memperkuat tim dari tahun ke tahun hingga memiliki tim yang sangat kuat. Namun pada hari pertandingan, Anda tentu berharap sesekali bisa meraih hasil positif dari mereka," kata Moyes seperti dikutip dari wawancara seusai laga.

Moyes membandingkan penampilan anak asuhnya dengan kunjungan ke markas Arsenal musim lalu, di mana ia menilai permainan Everton kala itu jauh lebih baik. "Kami datang ke sini tahun lalu dan bermain bagus. Saya pikir kami bermain lebih baik tahun lalu dibandingkan hari ini. Namun, mungkin akibat kebobolan gol cepat hari ini, kami menjadi sangat kesulitan untuk mendapatkan pijakan dalam permainan," ujar Moyes menjelaskan.

Mantan manajer Manchester United itu juga mengakui ketangguhan skema rotasi posisi yang diterapkan oleh sang juara bertahan Premier League. "Rotasi mereka di lini tengah sangat menyulitkan kami. Kami sebenarnya sudah mengantisipasi hal itu, termasuk pergerakan inverted full-back yang masuk ke dalam sebagai pemain nomor enam atau nomor sepuluh. Kami tahu, tetapi saya merasa kami tidak melakukan tugas dengan baik di babak pertama, meski ada peningkatan di beberapa periode babak kedua," tutur Moyes menambahkan.

David Moyes menilai bahwa untuk mengimbangi permainan tim papan atas, Everton terpaksa harus tampil lebih terbuka, yang justru membuka celah bagi lawan untuk melancarkan serangan balik mematikan.

"Terkadang situasi itu memaksa Anda untuk tampil lebih terbuka, dan ketika Anda membuka pertahanan, mereka memiliki pemain-pemain di lini depan yang sanggup menghukum Anda. Saya ingin kami bisa menantang tim-tim papan atas. Kami pernah melakukannya musim lalu lewat laga-laga bagus melawan Manchester City, Liverpool, dan Arsenal. Jadi bukan berarti kami bisa diinjak-injak begitu saja. Namun saya ingin membuat laga-laga tersebut berjalan lebih ketat dan kami yang keluar sebagai pemenang 1-0 atau 2-0," kata Moyes mengakhiri keterangannya.

Artikel Tag: Everton, Premier League, David Moyes

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru