☰
Kanal
✕

David Ginola Desak Newcastle Beri Waktu Tambahan Bagi Matthias Jaissle

Penulis: Fery Andriyansyah
22 Okt 2026, 01:00 WIB

David Ginola desak manajemen Newcastle United beri waktu untuk Matthias Jaissle hingga Natal demi benahi performa tim. (Foto: Kevin Hodgson/MI News/NurPhoto via Getty Images)

Berita Liga Inggris: Mantan bintang Newcastle United, David Ginola, mendesak manajemen klub untuk tetap bersabar dan memberikan kesempatan kepada Matthias Jaissle setidaknya hingga periode Natal. Pria asal Prancis tersebut meyakini bahwa langkah terburu-buru merubah nakhoda tim hanya akan memperburuk situasi internal The Magpies yang tengah berjuang bangkit dari tren negatif.

Jaissle, yang baru menginjak usia 38 tahun, ditunjuk menukangi Newcastle pada bulan Agustus lalu guna menggantikan posisi Eddie Howe. Sebelum mendarat di Tyneside, Jaissle mencatatkan prestasi mentereng selama tiga tahun menangani klub Arab Saudi, Al-Ahli, dengan mempersembahkan satu gelar Saudi Super Cup serta dua trofi Liga Champions Asia secara beruntun.

Awal karier Jaissle di St James' Park sejatinya sempat berjalan sangat mulus usai membawa timnya tak terkalahkan dalam lima pertandingan perdana di semua kompetisi. Kendati demikian, performa Newcastle langsung melorot drastis usai menelan tiga kekalahan dari empat laga terakhir di ajang Premier League, termasuk kekalahan menyakitkan 0-1 dari Aston Villa pada Sabtu (17/10) lalu.

Hasil buruk tersebut membuat Newcastle meluncur ke peringkat ke-11 klasemen sementara dengan torehan delapan poin dari tujuh laga awal. Tekanan terhadap Jaissle semakin memuncak ketika sebagian pendukung Newcastle melontarkan sorakan cemoohan di akhir pertandingan serta menyuarakan desakan pemecatan terhadap mantan juru taktik Red Bull Salzburg tersebut.

Merespons gelombang protes suporter, David Ginola menilai bahwa cemoohan dari tribun St James' Park merupakan pemandangan yang sangat tidak biasa bagi klub sebesar Newcastle. Namun, dirinya meminta jajaran direksi serta suporter untuk memahami situasi lantaran tim sedang menjalani transisi perombakan taktik dan filosofi permainan yang sangat mendasar.

"Seperti halnya pendukung Newcastle United mana pun, maksud saya, kami merasa kecewa, tetapi mereka menunjuk manajer baru untuk menggantikan Eddie Howe. Tidak ada solusi lain, atau Anda membiarkannya bekerja dan bersabar serta menunggu segala sesuatunya membaik, atau Anda menunjuk manajer baru. Maksud saya, ini sesederhana itu," kata Ginola kepada Chronicle Live.

David Ginola menambahkan bahwa tugas Matthias Jaissle semakin berat mengingat komposisi skuad The Magpies musim ini telah kehilangan deretan pilar kunci yang dilepas pada bursa transfer musim panas lalu.

"Tiba-tiba Anda memiliki manajer asal Jerman yang ditunjuk, dan Anda mengubah segalanya secara total. Staf baru, cara berpikir sepak bola yang baru, filosofi baru, taktik baru. Dan di atas semua itu, Anda kehilangan Bruno Guimaraes, Sandro Tonali, Anthony Gordon, Kieran Trippier. Maksud saya, Anda tahu, pemain-pemain kunci yang sangat masif bagi tim. Ini tidak mudah. Kecewa, tapi ini musim yang panjang," ujar Ginola menambahkan.

Di samping kekalahan 0-1 dari Aston Villa, Newcastle juga sempat dibantai 1-4 oleh Leeds United dan Coventry City, meski sempat meraih kemenangan tipis 2-1 atas Hull City. Rangkaian performa tidak konsisten tersebut memicu kekhawatiran besar di kalangan suporter mengenai arah masa depan klub di bawah kepemimpinan Matthias Jaissle.

Meskipun menyadari bahwa sepak bola modern menuntut hasil instan, Ginola mengingatkan agar semua pihak tidak terburu-buru menyalahkan manajer sebelum memberikannya waktu yang cukup untuk membuktikan kapasitasnya.

"Saya pikir ini bukan waktunya untuk menyalahkan siapa pun. Saya pikir kita perlu menunggu sampai Natal untuk melihat bagaimana kelanjutannya. Ada beberapa pertandingan penting yang akan datang. Dapatkan poin dan hal-hal akan berubah. Itulah masalahnya dengan sepak bola hari ini. Menunggu bukanlah sesuatu yang benar-benar Anda terbiasa lagi," tutur Ginola.

David Ginola menegaskan bahwa membuat keputusan terburu-buru untuk memecat Matthias Jaissle saat ini hanya akan menjadi pengakuan tidak langsung atas kegagalan manajemen dalam proses penunjukan manajer di awal musim.

"Jaissle sudah memiliki banyak tekanan di pundaknya bersama stafnya. Saya pikir Anda perlu membiarkannya bekerja setidaknya sampai Natal sebelum membuat keputusan apa pun. Jika tidak, itu berarti direksi melakukan kesalahan, semua orang melakukan kesalahan dengan menunjuknya," tutur Ginola mengakhiri keterangannya.

Newcastle United kini berpeluang memutus tren negatif saat melakoni laga tandang melawan Crystal Palace pada Ahad (25/10) mendatang, di mana tim tuan rumah juga sedang terpukul usai mengalami kekalahan telak 0-5 dari Brighton & Hove Albion.

Artikel Tag: Premier League, Newcastle United, David Ginola, Matthias Jaissle

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru