Cerita Dian Nadia Jadi Pelatih Putri yang Pernah Diremehkan
Pelatih Persib Putri U-18, Dian Nadia
Berita Super League Indonesia: Performa Persib bukan hanya ditunjukkan di level sepakbola putra. Akademi Persib Putri U-18 asuhan Dian Nadia pun kini sedang memuncaki klasemen kompetisi putri, Hydroplus Soccer League 2025/2026.
Persib Putri U-18 belum pernah terkalahkan dari sepuluh laga yang sudah dimainkan. Sembilan hasil positif dan satu kali imbang didapat dengan 36 gol dihasilkan. Bahkan gawang Persib Putri baru sekali kebobolan di Hydroplus Soccer League.
Raihan positif ini tidak lepas dari peran Dian Nadia sebagai pelatih kepala. Di tengah banyaknya pelatih pria, Dian merintis karir dan kini sudah mengantongi lisensi B Diploma AFC. Dia menceritakan kiprah dari pemain aktif hingga kini menjadi juru racik taktik.
"Cerita saya itu mulanya dari pemain. Asalnya saya pemain bola dari Bandung sendiri. Kemudian saya ada rezeki tahun 2010-2011 saya menjadi pemain timnas, saya dipanggil timnas di Piala AFF," ujarnya ketika ditemui di Lapangan Infini Soegiri, Minggu (15/2).
Ketika aktif bermain, dia beberapa kali mengikuti eksebisi ke luar negeri seperti Bahrain dan menjadi duta sepakbola wanita ke Amerika. Pengalaman itu membuatnya mendapat kemudahan untuk mengikuti kursus kepelatihan.
"Jadi saya ambil lisensi C alhamdulillah beasiswa dari PSSI tahun 2021. Kemudian kemarin mendapatkan beasiswa lisensi B lagi. Karena sudah aktif terus melatih dalam setahun terakhir mendapat lisensi B tahun 2024," lanjutnya.
Sebagai wanita, dia tidak menampik bahwa ada banyak pihak yang memandang remeh. Tapi cibiran itu tidak dihiraukan dan membuatnya menjadi lebih termotivasi untuk membuktikan pelatih wanita juga berprestasi.
"Ada juga ya yang underestimate gitu ya. Ada juga yang apa sih wanita bisa apa gitu, pasti ada yang kayak gitu. Kita tutup telinga aja gitu, buktikan saja bahwa wanita justru lebih bisa menguasai tim loh," ujarnya.
Justru sebagai wanita, Dian Nadia bisa lebih dekat dengan pemain-pemain klub putri. Sebab pendekatannya bisa lebih baik dan memahami kondisi psikologisya. Ini berangkat dari kondisi yang dialam saat masih aktif bermain.
"Gak enak kalau misalnya pelatih kasar gitu ya, gak enak diginiin sama pelatih, apalagi kita cewek yang sensitif. Kita juga men-treat anak-anak kayak waktu pas kita jadi pemain gitu aja," jelas dia.
Aktif melatih Persib Putri U-18 di Hydroplus Soccer League tidak membuatnya merasa puas. Dian masih berhasrat memperbaharui lisensi kepelatihannya. Dia juga ingin dipercaya kembali mengisi staf kepelatihan Timnas Putri Indonesia.
"Mudah-mudahan tahun ini bisa dapat lisensi A. Dan mudah-mudahan bisa diberikan kepercayaan lagi oleh PSSI untuk jadi asisten pelatih timnas. Dan kemarin alhamdulillah mendampingi Coach Timo di timnas U-17 dan U-16. Mudah-mudahan di tahun ini bisa dipercaya kembali oleh PSSI," pungkasnya.
Sergio Castel Angkat Kaki di Laga Perdana Bersama Persib, Bobotoh Diharapkan Memberi Dukungan
Artikel Tag: persib bandung, Persib Putri, Dian Nadia