Beto Ungkap Kunci Bangkit di Everton, Mental Jadi Pembeda
Beto akui mental lebih kuat bantu performa meningkat. (Foto: Mark Leech/Offside/Offside via Getty Images)
Berita Liga Inggris: Beto mulai menemukan kembali performa terbaiknya bersama Everton setelah melewati periode sulit. Penyerang berusia 28 tahun itu mengungkapkan bahwa perubahan terbesar dalam dirinya adalah kekuatan mental yang terus berkembang sejak bergabung dari Udinese pada 2023.
Awal musim ini tidak berjalan sesuai harapan bagi Beto. Ia hanya mampu mencetak satu gol di Premier League pada paruh pertama musim, yang membuat posisinya sempat diragukan. Namun, sejak akhir Januari, performanya meningkat drastis dengan torehan empat gol dalam lima pertandingan terakhir.
Menurut Beto, titik balik kebangkitannya terjadi saat mencetak gol penyeimbang melawan Brighton & Hove Albion. Momen tersebut memberinya kepercayaan diri dan membuka lebih banyak kesempatan bermain di tim utama.
Dalam wawancara dengan program pertandingan Everton, pemain asal Guinea-Bissau itu menegaskan bahwa sikap pantang menyerah menjadi faktor utama dalam perubahan performanya.
“Saya rasa itu karena saya tidak pernah menyerah. Banyak orang di posisi saya mungkin sudah menyerah, tapi saya tidak. Bahkan jika sampai pertandingan terakhir musim ini saya hanya punya satu gol, saya tetap akan berjuang memberikan segalanya,” ujar Beto.
Ia juga menambahkan bahwa kerja keras pada akhirnya akan membuahkan hasil, seperti yang ia alami musim lalu. Menurutnya, konsistensi dalam usaha akan membuka peluang lebih besar untuk sukses.
“Ketika Anda terus bekerja keras, hasil akan datang. Saat momen itu datang, Anda mendapatkan lebih banyak kesempatan bermain, dan dari situ kepercayaan diri kembali. Saya percaya kepercayaan diri adalah hal terpenting dalam olahraga,” lanjutnya.
Beto juga mengakui bahwa bermain di klub berjuluk The Toffees memberikan tantangan mental yang besar. Ia merasa dua musim pertamanya tidak mudah, tetapi pengalaman tersebut justru membuatnya lebih tangguh.
“Everton adalah klub yang benar-benar menguji mental saya. Musim pertama sangat sulit, begitu juga musim kedua. Tapi sekarang saya merasa jauh lebih kuat secara mental,” ucapnya.