Berbagi Stadion dengan AC Milan Dinilai Menguntungkan Inter Milan
Inter Milan
Berita Liga Italia: Football Benchmark menilai Inter Milan dan Milan sebaiknya tetap berbagi stadion. Menurut Andrea Sartori, manfaat ekonomi jauh melebihi kerugiannya.
Football Benchmark, lewat CEO-nya Andrea Sartori, menjawab pertanyaan pokok soal Generali Stadium: apakah masuk akal bagi Inter dan Milan terus berbagi stadion? Analisis itu menjawab ya. Stadion baru ditargetkan dibuka pada musim 2031/32.
Alasannya, kedua klub punya ukuran yang mirip dalam jumlah suporter, kehadiran penonton, prestasi, dan kemampuan menghasilkan pendapatan matchday. Inter dan Milan juga sudah berbagi San Siro lebih dari 70 tahun, sehingga model itu diterima secara budaya oleh kedua kelompok suporter.
Keuntungan ekonominya besar: membagi investasi berarti memangkas separuh kebutuhan finansial tiap klub, sekaligus berbagi biaya pengelolaan dan perawatan.
Pendapatan tiket dan hospitality laga Inter tetap menjadi milik Inter, dan laga Milan menjadi milik Milan. Yang dibagi hanya sebagian biaya dan pendapatan umum stadion.
Risikonya tetap ada. Pengaturan jadwal, perawatan rumput, serta penyelenggaraan konser atau acara komersial bisa lebih rumit. Football Benchmark mengingatkan peristiwa pada 2022, ketika Milan tidak bisa merayakan gelar Scudetto di San Siro karena Inter harus memainkan laga kandang terakhir liga di stadion itu.
Identitas juga menjadi soal: stadion bersama sulit dipersonalisasi penuh dengan warna dan merek satu klub, meski teknologi pencahayaan dan branding digital kini memungkinkan perubahan tampilan cepat.
Biaya mengubah dekorasi di antara laga Inter dan Milan, pembagian pendapatan acara non-sepak bola, dan strategi sponsor juga bisa lebih rumit.
Sartori menyimpulkan, "keuntungannya jauh melampaui kerugiannya", sehingga berbagi stadion lebih merupakan pragmatisme ekonomi ketimbang soal rivalitas.
Artikel Tag: Inter Milan, AC Milan