Kanal

Asosiasi Sepak Bola Israel Kecam Pelatih Irlandia, Heimir Hallgrimsson

Penulis: Fery Andriyansyah
22 Sep 2026, 13:00 WIB

Asosiasi Sepak Bola Israel tuduh Heimir Hallgrimsson tunjukkan kebodohan dan hipokrasi. (Foto: Ben McShane/Sportsfile via Getty Images)

Berita Sepak Bola: Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA) mengecam keras pelatih Timnas Republik Irlandia, Heimir Hallgrimsson, atas komentar yang dilontarkannya menjelang dua laga UEFA Nations League mendatang. Badan sepak bola Israel tersebut menuding Hallgrimsson menunjukkan bentuk kebodohan, hipokrasi, dan kepicikan setelah sang pelatih menyinggung isu konflik geopolitik dalam pengumuman skuadnya.

Ketegangan ini bermula ketika Hallgrimsson mengumumkan daftar pemain untuk menghadapi dua pertandingan melawan Israel yang dijadwalkan berlangsung pada 28 September dan 5 Oktober. Saat ditanya mengenai fokus para pemainnya di tengah tekanan politik yang memanas, Hallgrimsson secara terbuka menyatakan keberatan dan menegaskan sikapnya di hadapan media.

"Kami tidak bermain dengan genosida, kami bermain melawan genosida. Kami bermain melawan Israel, kami tidak bermain dengan Israel," kata Heimir Hallgrimsson dalam pengumuman skuadnya seperti dikutip dari laporan BBC Sport.

Pernyataan menohok tersebut langsung memicu balasan sengit dari pihak Asosiasi Sepak Bola Israel melalui unggahan resmi di media sosial. Mereka menegaskan kontribusi besar bangsa Israel terhadap peradaban dunia, sembari melontarkan serangan balik yang menargetkan integritas serta cara berpikir pelatih kepala tim nasional Irlandia tersebut.

"Kami telah berkontribusi kepada dunia dan kemanusiaan di berbagai bidang yang tak terhitung jumlahnya, meraih sejumlah Hadiah Nobel yang mengesankan di sepanjang jalan. Sayangnya, kami belum menemukan obat untuk kebodohan, ketidaktahuan, dan hipokrasi yang ditampilkan oleh pelatih tim sepak bola Irlandia," tulis pernyataan resmi Federasi Sepak Bola Israel.

Pihak Israel menambahkan bahwa mereka bertanding bukan untuk melayani retorika sang pelatih. "Kami tidak bermain dengan ketidaktahuan, hipokrasi, dan kebodohan, kami bermain melawan pelatih yang memanifestasikan hal-hal tersebut," lanjut pernyataan tegas tersebut.

Hingga saat ini, Asosiasi Sepak Bola Republik Irlandia (FAI) belum memberikan respons resmi atas kecaman keras tersebut. Di saat yang sama, gelombang protes menuntut boikot terhadap dua pertandingan Nations League tersebut terus menguat di Irlandia, termasuk aksi demonstrasi yang berlangsung di luar hotel tempat para pemain menginap.

Lebih dari 160 atlet serta tokoh olahraga ternama Irlandia telah menandatangani surat terbuka yang digagas oleh kelompok Irish Sport for Palestine. Mereka mendesak para pemain dan federasi untuk membatalkan pertandingan sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan yang bertindak melampaui batas-batas kompetisi olahraga di lapangan.

"Ini adalah momen yang signifikan dan dengan momen ini Anda memiliki kesempatan untuk melakukan hal yang benar. Mengenakan jersey Irlandia dan mewakili negara Anda memiliki arti yang mendalam. Tidak memainkan pertandingan ini akan menjadi hal paling sportif yang bisa Anda lakukan," bunyi petikan surat terbuka tersebut.

Meskipun mendapat desakan kuat dari publik dan internal atlet, FAI sebelumnya telah memutuskan melalui pemungutan suara Majelis Umum untuk tetap melanjutkan pertandingan. Pihak FAI mengklaim bahwa aksi boikot dapat mendatangkan sanksi berat serta kerugian finansial yang signifikan hingga mencapai 10,3 juta euro bagi masa depan sepak bola Irlandia.

Dua pertandingan UEFA Nations League antara Republik Irlandia dan Israel sendiri dijadwalkan berlangsung di lokasi netral. Laga pertama akan digelar di Hungaria pada 28 September, sebelum pertandingan kedua dilangsungkan di Serbia pada 5 Oktober mendatang.

Artikel Tag: Republik Irlandia, Heimir Hallgrimsson, Israel, UEFA Nations League

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru