Anggota Parlemen Inggris Kritik Rencana Pengambilalihan Liverpool oleh Jeff Bezos
Anggota Parlemen Inggris Kritik Rencana Pengambilalihan Liverpool oleh Jeff Bezos - sumber: (givemesport)
Berita Liga Inggris – Liverpool FC mengalami perubahan besar dalam kepemilikan, dengan Fenway Sports Group (FSG) menjual sebagian saham minoritas klub. Hal ini menandakan bahwa Jeff Bezos kini menjadi salah satu pemilik klub Premier League tersebut.
Bezos bergabung dengan kelompok investasi 1982 Holdings, yang membeli sekitar 33% saham Liverpool dengan nilai sekitar £1,35 miliar. Konsorsium ini dipimpin oleh Amit Bhatia dan juga melibatkan co-founder Facebook, Eduardo Saverin.
Jeff Bezos, yang dikenal sebagai pendiri Amazon, saat ini merupakan orang terkaya ketiga di dunia dengan kekayaan sekitar £207,505 miliar. Namun, kekayaan ini memunculkan pertanyaan etis, terutama bagi Liverpool yang dikenal memiliki ethos sosial dan solidaritas kelas pekerja sebagaimana diwariskan oleh manajer legendaris Bill Shankly.
Anggota Parlemen Inggris, Zarah Sultana, mengkritik investasi Bezos di Liverpool melalui media sosial. Dia menyoroti praktik anti-serikat Amazon dan hubungan perusahaan dengan proyek AI untuk Israel, yang menurutnya bertentangan dengan nilai sosial yang dijunjung tinggi oleh Liverpool. Sultana menekankan bahwa klub ini lebih dari sekadar bisnis; ini adalah komunitas yang memiliki suara, seperti yang telah ditunjukkan saat menentang Super League dan kenaikan harga tiket.
Bagi pendukung Liverpool yang sependapat dengan Sultana, adanya klausul dalam kesepakatan ini yang memungkinkan Bezos cs untuk mengambil alih penuh klub dalam waktu 12 bulan mendatang bisa jadi hal yang mengkhawatirkan. Meski hanya sebagai opsi, dan bukan kewajiban, kemungkinan pengambilalihan penuh tetap menjadi perhatian.
Kelompok pendukung Liverpool, Spirit of Shankly, meminta kejelasan lebih lanjut mengenai perubahan kepemilikan ini. Mereka menekankan pentingnya tata kelola yang baik dan kepemilikan klub yang berkelanjutan, serta menghindari spekulasi liar terkait transfer pemain. Kelompok ini juga telah meminta nasihat dari Regulator Sepak Bola Independen untuk memahami implikasi jangka panjang dari kesepakatan tersebut.