Kanal

Akui Beli Sertifikat Vaksin Palsu, Granit Xhaka Terancam 5 Tahun Penjara

Penulis: Uphit Kratos
23 Sep 2026, 11:05 WIB

Granit Xhaka

Berita Liga Italia: Mantan gelandang Arsenal, Granit Xhaka mengaku membeli sertifikat vaksin Covid-19 palsu pada 2022 dan kini menghadapi penyelidikan hukum di Swiss.

Gelandang sekaligus kapten Timnas Swiss, Granit Xhaka mengakui secara publik telah membeli sertifikat vaksin Covid-19 palsu pada 2022. Pengakuan itu disampaikan lewat pernyataan resmi dan unggahan media sosial.

Pemain kelahiran 1992 itu menjelaskan bahwa keputusannya saat itu dipengaruhi kondisi emosional akibat ketidakpercayaan kuat, ketakutan, dan ketidakpastian terhadap vaksin. Ia menyebut pilihannya sebagai kesalahan serius dan meminta maaf.

Usai pengakuan tersebut, atas kesepakatan bersama Federasi Sepak Bola Swiss, ia mengundurkan diri dari panggilan untuk pertandingan UEFA Nations League.

Dari sisi hukum, Kejaksaan Lucerne membuka penyelidikan atas dugaan pemberian keterangan palsu dalam dokumen serta perolehan sertifikat palsu secara curang. Kedua pelanggaran itu menurut hukum Swiss dapat dikenai sanksi denda atau hukuman penjara hingga 5 tahun.

Di ranah olahraga, selain sanksi finansial besar, ia juga terancam sanksi larangan bermain dalam jangka panjang, baik di level federasi domestik maupun internasional, mengikuti sejumlah preseden serupa yang belakangan dihukum berat oleh federasi.

Di FIFA Match Day periode September-Oktober 2026, Timnas Swiss akan mengalihkan fokus ke kompetisi UEFA Nations League 2026/27 setelah menorehkan sejarah impresif hingga babak perempat final di Piala Dunia 2026.

Mereka tergabung di Liga B Grup 1 bersama Skotlandia, Slovenia, dan Makedonia Utara, tim asuhan Murat Yakin ini dijadwalkan melakoni laga tandang melawan Makedonia Utara (26 September) dan Skotlandia (29 September).

Artikel Tag: Granit Xhaka, Timnas Swiss

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru