Agen Anan Khalaili Bongkar Cerita di Balik Transfer ke Crystal Palace
Agen Anan Khalaili ungkap kisah transfer gagal ke Inter Milan. (Foto: Alex Bierens de Haan/Getty Images)
Berita Liga Inggris: Anan Khalaili resmi bergabung dengan Crystal Palace dengan biaya 21 juta pound setelah rencana kepindahannya ke Inter Milan gagal terealisasi. Pemain timnas Israel itu sebelumnya sudah berada di ambang bergabung dengan juara Italia tersebut, tetapi persoalan sertifikat kesehatan membuat transfer batal. Kini, Khalaili mendapat kesempatan bermain di Premier League sekaligus Liga Europa.
Inter Milan sebenarnya sudah mencapai kesepakatan untuk merekrut Khalaili beberapa pekan sebelum Crystal Palace menyelesaikan transfernya. Namun, sang pemain tidak mendapatkan sertifikat kesehatan dari CONI atau Komite Olimpiade Italia. Kegagalan tersebut membuat kepindahan ke San Siro tidak dapat dilanjutkan, sehingga Inter kemudian memilih merekrut Djed Spence sebagai alternatif.
Transfer ke Crystal Palace berjalan jauh lebih lancar. Klub London tersebut telah memantau Anan Khalaili selama hampir setahun dan menjadikannya target sejak Januari. Palace akhirnya menyelesaikan perekrutan pemain berusia 21 tahun itu setelah Newcastle United juga sempat menunjukkan ketertarikan, sekaligus memberi sang pemain kesempatan tampil di kompetisi Eropa.
Agen Khalaili, Boaz Goren, kemudian mengungkap perbedaan proses pemeriksaan medis antara Inter Milan dan Crystal Palace. Kepada 103FM, ia menjelaskan bahwa tidak ada persoalan medis ketika Khalaili menjalani prosedur untuk pindah ke Inggris. Bahkan, pemeriksaan tersebut disebut berlangsung sangat cepat dibandingkan proses di Italia.
"Anan mungkin tidak akan bermain di Italia sampai mereka mengubah protokolnya, tetapi di Inggris prosesnya tidak memakan waktu lebih dari dua menit ketika dokter memberikan persetujuan," kata Goren, seperti dilansir Sport Witness.
Goren juga menceritakan bagaimana dirinya dan Khalaili merespons kegagalan transfer ke Inter. "Kami sedang duduk di kamar hotel, Anan berada di kamar sebelah kami dengan dinding yang memisahkan. Saya pergi ke kamarnya dan mengatakan kepadanya secara pasti bahwa masalah itu tidak bisa diperbaiki. Empat menit kemudian dia kembali ke kamar saya dan kami hanya tertawa. Kalau masalahnya tidak bisa diperbaiki, ya sudah, kami melanjutkan," ujarnya.
Menurut sang agen, kegagalan transfer tersebut tidak membuat peminat Anan Khalaili berkurang. Sejumlah klub besar Eropa disebut tertarik karena memiliki kemampuan finansial untuk memenuhi biaya transfernya. Palace akhirnya menjadi pilihan setelah melalui proses pertimbangan panjang bersama sang pemain dan timnya.
"Crystal Palace telah berhubungan dengan kami selama kurang dari setahun dan menginginkannya sejak Januari. Pada akhirnya, semuanya berhasil untuk mereka. Tidak ada klub di Eropa, termasuk Inter, yang tidak menginginkannya," jelas Goren.
Khalaili memang awalnya menempatkan Inter sebagai pilihan utama karena gaya bermain mereka dianggap paling sesuai. Crystal Palace berada di posisi kedua dalam daftar tersebut. Namun, situasi itu tidak mengurangi nilai transfer bagi Palace, yang mendapatkan pemain muda dengan kemampuan bermain di beberapa posisi di sisi kanan.
Khalaili juga berpotensi menjadi penerus jangka panjang Daniel Munoz. Bek asal Kolombia itu telah menjadi salah satu pemain paling konsisten di posisinya, tetapi kini berusia 30 tahun. Khalaili menawarkan usia lebih muda, kemampuan membawa bola dan kapasitas menjelajah sisi lapangan, ditambah pengalaman bermain di Eropa bersama Union Saint-Gilloise.
Artikel Tag: Inter Milan, Crystal Palace