AC Milan Buka-bukaan soal Prinsip Baru: Era Nostalgia Sepenuhnya Ditutup
AC Milan
Berita Liga Italia: AC Milan resmi memulai era baru setelah kekacauan di musim lalu. Dari sisa-sisa chaos, Rossoneri mendeklarasikan prinsip utama, meninggalkan era nostalgia.
Musim 2025/26 berakhir petaka bagi AC Milan. Padahal di awal Maret mereka masih nyaman di zona Liga Champions dengan jarak 9 poin dari peringkat 5. Namun dalam 10 laga terakhir, performa Diavolo runtuh total.
Mereka hanya mengoleksi poin keempat terburuk di Serie A, setara dengan tim-tim yang terdegradasi ke Serie B, Hella Verona. Puncaknya, kekalahan kandang 1-2 dari Cagliari di pekan pamungkas membuat mereka terjungkal ke posisi 5.
Kurang dari 24 jam setelah laga bubaran, Gerry Cardinale bertindak brutal. Max Allegri, Igli Tare, Geoffrey Moncada, dan Giorgio Furlani dipecat sekaligus. Kini Zlatan Ibrahimovic bersama Massimo Calvelli membangun Milan dari nol.
Dari sumber dekat klub, Milan menetapkan fondasi baru. Sinergi harus hadir di semua level: dari pemilik, manajemen, hingga skuat. Mereka mencari pelatih modern dengan gaya bermain menekan, proaktif, dan dinamis.
Jelas-jelas ini perpisahan total dengan "Allegriball" yang cenderung fragmatis. Tim juga menolak solusi nostalgia, sehingga kembalinya ikon seperti Adriano Galliani atau Paolo Maldini, hampir dipastikan tidak akan terjadi di era Cardinale.
Intinya, lapangan akan menjadi pusat segalanya. Milan ingin kembali ke puncak dengan model Eropa, bukan sekadar perbaikan instan ala Italia. Sebuah proyek jangka panjang yang berani, dan akan dibangun secara perlahan.
Artikel Tag: AC Milan, Liga Italia, Bursa Transfer