Abdoulaye Fall Sesalkan Akhir Kerja Sama dengan Pape Thiaw
Abdoulaye Fall akui Pape Thiaw sudah dianggap seperti adik sendiri. (Foto: Johnny Fidelin/Icon Sport via Getty Images)
Berita Sepak Bola: Abdoulaye Fall mengaku kecewa hubungan kerjanya dengan Pape Thiaw berakhir setelah Federasi Sepak Bola Senegal (SFF) memutuskan mengakhiri masa tugas sang pelatih usai Piala Dunia 2026. Meski demikian, Fall menegaskan keputusan tersebut diambil demi kepentingan tim nasional Senegal.
Dalam wawancara yang dikutip Wiw Sports, Abdoulaye Fall mengatakan hubungannya dengan Thiaw telah terjalin jauh sebelum sang pelatih menangani tim nasional. Karena itu, ia mengaku sangat menyayangkan situasi yang akhirnya membuat keduanya harus berpisah.
"Kami tidak senang dengan cara kerja sama kami dengan Pape Thiaw berakhir. Dia seperti adik bagi saya, dan saya mengatakan itu dengan tulus. Hubungan kami sudah terjalin sejak lama, bukan baru dimulai ketika dia menangani tim nasional," ujar Fall.
Fall menjelaskan kedekatan tersebut sempat membawa hasil positif, termasuk ketika Senegal berhasil menjuarai Piala Afrika (AFCON). Namun, menurutnya hubungan mereka berubah setelah itu meski ia menegaskan tidak pernah memiliki persoalan pribadi maupun sengketa kontrak dengan Thiaw.
"Dia tahu itu. Kami memiliki hubungan yang tulus dan itulah yang membantu kami meraih gelar AFCON. Namun setelah itu semuanya berubah. Tidak pernah ada masalah kontrak antara Pape dan saya," katanya.
Fall kemudian mengungkap proses negosiasi kontrak baru sebenarnya sudah dimulai sejak sebelum pergantian tahun. Ia bahkan telah mengajukan tawaran kepada Thiaw pada Februari ketika sang pelatih berada di Arab Saudi.
"Pembicaraan sudah dimulai bahkan sebelum akhir tahun. Saya mengajukan penawaran kepadanya pada Februari dan dia memberikan tanggapan pada 8 Maret. Namun setelah saya mempelajari permintaannya, ada beberapa hal yang cukup sulit dipenuhi. Karena itu saya menghubunginya agar kami bisa membahas semuanya bersama," jelas Fall.
Menurut Fall, ia juga telah mengingatkan bahwa beberapa klausul dalam kontrak berpotensi memicu ketidakstabilan jika tetap dipertahankan. Meski akhirnya harus berpisah, ia berharap Senegal dapat segera bangkit saat menjalani kualifikasi Piala Afrika 2027, di mana mereka tergabung di Grup J bersama Mozambik, Sudan, dan Ethiopia.
Artikel Tag: Senegal, Piala Dunia 2026