500 Juta Euro Untuk 1 Trofi Minor, RedBird Capital Gagal Kelola AC Milan?
RedBird Capital
Berita Liga Italia: Gelontorkan dana lebih dari 500 Juta Euro dengan hanya 1 trofi minor, manajemen RedBird Capital mendapat sorotan tajam dan dianggap gagal kelola AC Milan.
Laporan dari Corriere dello Sport merinci total pengeluaran belanja pemain rossoneri selama empat musim terakhir. Sejak tahun 2022 hingga 2026, investasi besar telah dilakukan demi mengembalikan kejayaan klub.
Secara rinci, AC Milan menghabiskan 62 Juta Euro pada musim 2022-2023, diikuti 132 Juta Euro pada 2023-2024. Pengeluaran terus meningkat menjadi 139 Juta Euro pada 2024-2025 dan puncaknya 170 Juta Euro musim ini.
Meskipun telah mengucurkan dana sebesar 503 Juta Euro, prestasi tim justru dinilai mengalami penurunan. Satu-satunya trofi yang berhasil diraih dalam periode tersebut hanyalah gelar Supercoppa Italiana pada Januari 2025.
Kritik utama tertuju pada efektivitas belanja pemain yang dianggap kurang tepat sasaran. Meskipun penjualan pemain bintang seperti Tonali dan Theo Hernandez menghasilkan 315 Juta Euro, penggantinya dinilai belum sepadan.
Era kepemimpinan Gerry Cardinale dipandang lebih fokus pada kesehatan neraca keuangan klub daripada pencapaian prestasi di lapangan. Hal ini memicu keresahan di kalangan pendukung yang merindukan gelar juara liga.
Pemecatan Paolo Maldini dan Ricky Massara pada tahun 2023 juga dianggap sebagai titik awal penurunan ambisi kompetitif klub. Manajemen baru yang dipimpin Giorgio Furlani kini berada di bawah tekanan besar.
Keterlibatan Zlatan Ibrahimovic sebagai penasihat senior RedBird Capital belum mampu memberikan dampak signifikan terhadap performa teknis tim.
Artikel Tag: Serie A, AC Milan, RedBird Capital