Kanal

36 PS Tuntut Perubahan Hari Kelahiran Persib Ditangguhkan

Penulis: M. Aldi
25 Des 2023, 08:30 WIB

Ketua Askot PSSI Bandung, Yoko Anggasurya dan Pengurus PS Nusaraya, Budi Agung ketika diwawancara awak media

Berita Liga 1 Indonesia: Asosiasi Kota (Askot) PSSI Bandung meminta Persib menangguhkan perubahan hari jadi menjadi 5 Januari 1919. Hal ini tercetus dalam acara kondolidasi bersama tokoh dan 36 Perkumpulan Sepakbola (PS).

Bertempat di Sekretariat Asprov PSSI Jawa Barat, Minggu (24/12) sore, hadir tokoh-tokoh sepakbola Bandung. Sedangkan dari pihak PT Persib Bandung Bermartabat, hadir Teddy Tjahjono selaku Deputi CEO.

Dalam kesempatan ini, 36 PS yang merupakan anggota dari Askot PSSI menyebut perubahan hari jadi klub masih harus dibahas lebih lanjut. Pernyataan itu dilontarkan Yoko Anggasurya selaku Ketua Umum Askot PSSI Bandung

"Kalau tetap hari lahirnya tanggal 5 Januari 1919 tetap dilaksanakan otomatis itu akan kami tuntut di pengadilan," ujar Yoko Anggasurya saat diwawancara usai acara.

Sepekan yang lalu, PT PBB mengumumkan bahwa lewat hasil penelitian, ditemukan data klub lahir pada 5 Januari 1919. Sebelumnya tanggal 14 Maret 1933 itu sudah lebih identik dan melekat kepada Bobotoh.

Yoko Anggasurya meminta untuk penelitian dilakukan dengan lebih mendalam lagi. Karena itu dia meminta supaya perubahan hari jadi ditangguhkan dan segera melakukan pengkajian ulang yang lebih menyeluruh.

"Ya kami minta ditangguhkan, karena tadi kan jelas minta ditangguhkan. Kalau dipaksakan, ga ada jalan lain. Kalau mau tetap hari lahirnya itu (5 Januari 1919) ya bukan Persib lagi," kata pengurus Sekolah Sepakbola (SSB) Saswco ini.

"Kalau tetap hari jadinya tanggal itu (5 Januari 1919), itu bukan namanya Persib lagi. Dan berarti nama yang 1933-nya harus dikembalikan pada kita," lanjut dia.

Seperti diketahui, Persib Bandung adalah klub yang sudah eksis dari masa Perserikatan. Saat itu, Maung Bandung menaungi 36 PS yang merupakan anggota dari Persib yang berupa klub amatir. Baru di 2008 saat klub harus profesional dan terlepas dari APBD maka dibentuklah PT. PBB.

Sementara itu, Budi Agung yang mengurus PS Nusaraya juga meminta adanya pengkajian ulang. Dia menilai seharusnya tim peneliti juga melibatkan tokoh yang mengerti kultur dan sejarah sepakbola Bandung.

"Saya berharap PT PBB bisa mengkaji ulang kembali. Jadi ada kolaborasi, antara tim penelitian secara akademik dengan tokoh-tokoh sepakbola yang mengerti sejarah sepakbola Bandung," ujar Budi Agung.

Mengenai keberatan terkait perubahan hari jadi pun sudah direncanakan untuk dibuat surat tertulis. Ia juga menilai perubahan hari jadi melanggar statuta PSSI terkait tujuh klub pendiri PSSI tahun 1930.

"Tadi saya sudah sampaikan kepada pak ketua, kita akan mengajukan keberatan secara tertulis. Artinya kita keberatan atas perubahan hari lahir dan juga kalau ada pengesahan yang 5 Januari 1919. Karena, saya pikir melanggar statuta yang telah ditetapkan, disitu sudah dijelaskan tidak boleh merubah apapun dengan alasan apapun," tukasnya.

Artikel Tag: Persib, Yoko Anggasurya, Askot PSSI

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru