10 Pemain Dewa United FC Imbangi Persebaya Surabaya, Ini Kuncinya
Penyerang Dewa United FC, Alex Martins/foto dok Dewa United FC
Berita Super League: Dewa United FC menunjukkan mentalitas baja saat bertandang ke markas Persebaya Surabaya dalam lanjutan kompetisi Super League musim 2025/2026. Meski harus bermain dengan 10 orang sejak babak pertama, tim berjuluk Banten Warriors ini sukses membawa pulang satu poin krusial setelah mengakhiri laga dengan skor imbang 1-1.
Keberhasilan Dewa United FC menahan gempuran tuan rumah di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (01/02/2026), menjadi bukti kematangan taktik yang diracik Jan Olde Riekerink bersama jajaran tim pelatih.
Pertandingan pekan ke-19 Super League musim 2025/2026 ini berlangsung dalam tensi tinggi. Sejak sepak mula, kedua tim terlibat jual beli serangan yang sengit.
Persebaya Surabaya berhasil memecah kebuntuan lebih dulu pada menit ke-23'. Memanfaatkan umpan matang dari sektor sayap, gelandang Francisco Rivera melepaskan penyelesaian dingin yang gagal diantisipasi kiper lawan.
Dewa United FC merespons dengan cepat. Hanya berselang tujuh menit, Kafiatur Rizky menyamakan kedudukan melalui sontekan terukur di mulut gawang.
Skor 1-1 sempat memberikan angin segar bagi tim tamu, sebelum petaka datang pada menit ke-37'. Bek andalan Nick Kuipers menerima kartu merah langsung setelah dianggap melakukan pelanggaran profesional sebagai orang terakhir terhadap Malik Risaldi.
Kondisi pincang ini memaksa Jan Olde Riekerink memutar otak. Memasuki babak kedua, ia melakukan penyesuaian strategi demi menjaga keseimbangan lini tengah dan belakang.
Persebaya Surabaya sebenarnya sempat mencetak gol kedua, namun dianulir oleh wasit setelah peninjauan Video Assistant Referee (VAR) membuktikan adanya pelanggaran terhadap bek Brian Fatari. Hingga laga usai, kedudukan imbang tetap tidak berubah.
“Saya akan memberikan komentar, tetapi bukan dalam konteks baik atau kurang baik. Persebaya sebelumnya memiliki hasil yang bagus dan saya tidak bisa menghakimi bagaimana mereka bermain. Sebelum laga, saya sudah mengatakan bahwa ini akan menjadi pertarungan dua cara bermain yang berbeda,” ujar Jan Olde Riekerink seperti dilansir laman resmi klub.
Pelatih asal Belanda tersebut menilai bahwa pada paruh pertama, anak asuhnya mampu mendominasi ruang.
“Kami tahu bagaimana membangun serangan dan di mana letak kesempatan untuk menciptakan peluang. Pada babak pertama, saya rasa kami melakukannya dengan sangat baik. Kami menemukan pemain yang bebas dan bisa bermain di ruang tersebut," tuturnya.
Meski demikian, Jan Olde Riekerink tetap memberikan catatan evaluasi terkait efektivitas serangan timnya yang dianggap kurang maksimal dalam menciptakan ancaman di area penalti lawan.
"Hanya satu hal yang kurang saya sukai, yaitu kami tidak mampu menciptakan lebih banyak peluang. Mungkin itu karena Taisei dan Messi sedikit mendapatkan bola. Namun, itulah cara kami bermain dan kami memiliki pemain yang mampu menjalankan permainan tersebut,” jelasnya.
Menghadapi tekanan ribuan pendukung tuan rumah dengan jumlah pemain yang terbatas bukanlah perkara mudah bagi Dewa United FC. Namun, kerja keras dalam latihan terbukti membuahkan hasil di pekan krusial Super League musim 2025/2026 ini.
“Saya menyukai bagaimana para pemain belajar bermain bersama. Bahkan ketika 10 melawan 11, kami tetap tenang dan mampu menemukan solusi. Kami sudah bekerja sangat keras dalam latihan untuk situasi seperti ini. Pada akhirnya, sepak bola adalah tentang mentalitas. Saya harus memberi pujian kepada para pemain karena setelah kartu merah, mereka masih harus bermain cukup lama melawan 11 pemain,” tambah pelatih berusia 62 tahun tersebut.
Pelatih bernama lengkap Johannes Hendrikus Olde Riekerink ini menegaskan bahwa satu poin dari Surabaya adalah hasil yang sangat adil. Ia percaya bahwa proses belajar dan peningkatan mentalitas akan membawa timnya merangkak naik di klasemen.
“Para pemain membawa pulang satu poin dan saya rasa itu pantas. Bagi saya, ini tentang bagaimana Anda mengajari sebuah tim bermain sepak bola. Sekali lagi, ini bukan soal menghakimi. Persebaya memiliki hasil yang bagus, bahkan mungkin lebih baik dari kami saat ini. Namun dalam jangka panjang, kami akan kembali ke posisi yang seharusnya. Itulah perbedaannya hari ini,” tutup Jan Olde Riekerink.
Artikel Tag: Dewa United FC, Super League, Jan Orde Riekerink, Persebaya Surabaya