WNBPA Nilai Proposal Terbaru CBA Yang Diajukan Liga Belum Layak Diterima
Pernyataan tersebut disampaikan pada Rabu (5/3) oleh tujuh anggota komite eksekutif WNBPA dari hasil survei terbaru para pemain. (Foto: AP)
Komite eksekutif serikat pemain Women's National Basketball Players Association (WNBPA) menyatakan tetap bersatu dalam menilai proposal terbaru perjanjian kerja bersama atau collective bargaining agreement (CBA) yang diajukan liga belum layak untuk diterima.
Pernyataan tersebut disampaikan pada Rabu (5/3) oleh tujuh anggota komite eksekutif WNBPA, yang menegaskan bahwa hasil survei terbaru kepada para pemain menunjukkan mayoritas tidak setuju dengan tawaran yang diajukan oleh liga Women's National Basketball Association (WNBA).
“Dalam setiap negosiasi CBA, tujuan liga dan tim adalah memecah belah para pemain. Negosiasi kali ini tidak berbeda. Kami tetap bersatu dan fokus untuk menghadirkan CBA yang benar-benar transformatif bagi seluruh anggota serikat,” demikian pernyataan komite eksekutif WNBPA.
Pernyataan tersebut muncul setelah dua anggota komite eksekutif, Kelsey Plum dan Breanna Stewart, sebelumnya mengirimkan surat tiga halaman kepada direktur eksekutif serikat pemain, Terri Carmichael Jackson.
Dalam surat itu, keduanya menyampaikan kekhawatiran serius terkait cara serikat menangani proses negosiasi CBA baru, termasuk kurangnya keterlibatan pemain secara langsung.
Stewart kemudian menjelaskan bahwa surat tersebut sebenarnya ditujukan untuk komunikasi internal dan tidak dimaksudkan untuk menjadi konsumsi publik.
Ia mengatakan tujuan utama surat itu adalah memperkuat diskusi di dalam organisasi serikat pemain.
“Kami ingin memastikan bahwa kami tetap kuat dalam semua hal yang sedang kami negosiasikan. Tujuan utama kami adalah mendapatkan kesepakatan terbaik bagi semua pemain,” kata Stewart.
Menurutnya, percakapan internal yang dilakukan komite eksekutif pada Selasa malam membuat situasi menjadi lebih jelas.
Ia menilai diskusi yang sulit terkadang diperlukan agar seluruh pihak memahami posisi masing-masing dalam mewakili para pemain di liga.
WNBPA juga merilis hasil survei kepada para pemain mengenai proposal pembagian pendapatan yang diajukan liga.
Dalam survei tersebut, pemain diminta memilih apakah mereka bersedia menerima tawaran pembagian “50 persen dari pendapatan bersih” — yang diperkirakan kurang dari 15 persen dari pendapatan kotor — dalam kontrak berdurasi delapan tahun, atau meminta serikat untuk terus bernegosiasi.
Hasilnya menunjukkan sekitar 84 persen pemain yang mengikuti survei memilih untuk tidak menerima tawaran tersebut dan meminta proses negosiasi dilanjutkan.
Wakil presiden WNBPA, Alysha Clark, mengatakan hasil survei itu mencerminkan pandangan mayoritas pemain di liga.
Ia menilai proposal yang diajukan liga sejauh ini belum memenuhi harapan para pemain.
“Kami berada pada titik di mana kami merasa proposal dari liga belum cukup baik. Kami akan terus memperjuangkan apa yang menurut kami pantas kami dapatkan,” ujar Clark.
Serikat pemain juga menegaskan bahwa opsi pemogokan tetap berada di meja perundingan.
Pada Desember lalu, para pemain telah memberikan mandat kepada komite eksekutif untuk menyerukan mogok kerja jika diperlukan selama proses negosiasi berlangsung.
Saat ini kedua pihak memiliki tenggat waktu hingga 10 Maret untuk mencoba menyelesaikan kerangka kesepakatan baru.
Sementara itu, musim reguler WNBA 2026 dijadwalkan dimulai pada 8 Mei, dengan sejumlah agenda penting sebelumnya seperti draft pemain perguruan tinggi pada 13 April serta proses free agency yang melibatkan lebih dari 100 pemain.
Dengan waktu yang semakin sempit menjelang musim baru, hasil negosiasi antara liga dan serikat pemain akan menjadi faktor penting bagi keberlangsungan kompetisi musim 2026.