Wakil Presiden WNBPA Breanna Stewart Klarifikasi Surat soal Negosiasi CBA
Breanna Stewart yang baru saja menjuarai liga 3-on-3 Unrivaled mengatakan surat itu bertujuan memastikan proses negosiasi CBA berjalan lebih efektif. (Foto: AP)
Wakil presiden asosiasi pemain WNBA (WNBPA), Breanna Stewart, menegaskan bahwa surat yang ia tulis bersama Kelsey Plum kepada direktur eksekutif serikat pemain, Terri Jackson, tidak dimaksudkan untuk melemahkan kepemimpinan organisasi.
Stewart mengatakan surat tersebut bertujuan memastikan proses negosiasi perjanjian kerja bersama (collective bargaining agreement/CBA) berjalan lebih efektif.
Breanna Stewart menyampaikan klarifikasi itu kepada wartawan pada Jumat (6/3) di Miami, saat mengikuti minicamp Tim Nasional Amerika Serikat.
Surat setebal tiga halaman yang dikirim awal pekan ini sebelumnya menyoroti sejumlah kekhawatiran mengenai cara serikat pemain menangani negosiasi CBA baru dengan pihak liga.
Dalam surat tersebut, Stewart dan Plum menyebut adanya “kekhawatiran serius mengenai bagaimana asosiasi pemain menangani proses negosiasi saat ini,” termasuk kurangnya keterlibatan pemain dalam proses pengambilan keputusan.
Namun Breanna Stewart menegaskan bahwa surat tersebut tidak dimaksudkan untuk menimbulkan perpecahan di dalam organisasi maupun meragukan kepemimpinan Jackson.
“Terri adalah direktur eksekutif kami. Kami tahu dia memimpin kami dengan cara terbaik,” kata Stewart, bintang New York Liberty.
“Mungkin ada perbedaan pendapat atau pertanyaan yang muncul, tetapi semuanya dilakukan dengan itikad baik agar kami dapat mengambil keputusan terbaik bagi seluruh pemain.”
Breanna Stewart juga menyebut bahwa dirinya dan Plum telah berbicara langsung dengan Jackson setelah surat tersebut dikirim.
Mereka juga berdiskusi dengan anggota lain dari komite eksekutif WNBPA yang terdiri dari Nneka Ogwumike, Napheesa Collier, Elizabeth Williams, Alysha Clark, dan Brianna Turner.
Pada Selasa (3/3) malam, serikat pemain juga menggelar panggilan konferensi dengan para pemain WNBA.
Breanna Stewart menggambarkan diskusi tersebut sebagai pertemuan yang cukup berat karena membahas berbagai isu yang muncul dari surat tersebut.
Sumber ESPN menyebut pembahasan juga mencakup hasil survei internal yang menanyakan kepada pemain apakah mereka bersedia menerima proposal liga terkait pembagian pendapatan atau meminta serikat pemain melanjutkan negosiasi.
Menurut unggahan media sosial WNBPA, sebanyak 84 persen pemain yang merespons survei tersebut menyatakan tidak bersedia menerima pembagian 15 persen dari pendapatan kotor liga dan ingin negosiasi terus dilanjutkan.
Stewart mengatakan diskusi lanjutan antara anggota komite eksekutif kembali dilakukan pada Kamis malam dan dinilai jauh lebih produktif.
Sampai saat ini, serikat pemain belum memberikan tanggapan resmi terhadap proposal terbaru dari liga yang diterima pada 2 Maret.
Dalam tawaran terbaru tersebut, WNBA mengusulkan percepatan kelayakan kontrak maksimal bagi pemain bintang yang masih berada dalam kontrak rookie.
Namun, usulan pembagian pendapatan liga tetap sama dengan proposal sebelumnya.
Batas gaji tim pada tahun pertama kontrak baru diusulkan meningkat menjadi 5,75 juta dolar AS dari sebelumnya 5,65 juta dolar, jauh lebih tinggi dibandingkan salary cap musim 2025 yang berada di angka 1,5 juta dolar.
Berdasarkan proyeksi konservatif liga, batas gaji tersebut diperkirakan dapat meningkat hingga sekitar 8,5 juta dolar pada tahun keenam dari perjanjian baru.
Stewart mengaku belum mengetahui kapan serikat pemain akan mengajukan proposal balasan kepada liga.
Komentarnya muncul menjelang tenggat waktu 10 Maret yang sebelumnya ditetapkan liga bagi WNBPA untuk menyelesaikan kerangka awal kesepakatan CBA baru. Musim reguler WNBA 2026 sendiri dijadwalkan dimulai pada 8 Mei.
Sebelum musim dimulai, liga juga masih harus menyelenggarakan beberapa agenda penting, termasuk draft pemain perguruan tinggi pada 13 April, draft ekspansi untuk dua tim baru, serta periode free agency yang melibatkan lebih dari 100 pemain.
Artikel Tag: WNBA, Breanna Stewart