Ryan Forrest dan Landon Glasper Dinyatakan "Ineligible" oleh NCAA
Ryan Forrest (kanan) dan Landon Glasper. (Foto: AP)
Dua mantan pemain tim basket putra North Carolina A&T, Ryan Forrest dan Landon Glasper, dinyatakan tidak lagi memenuhi syarat bermain oleh National Collegiate Athletic Association (NCAA).
Keputusan tersebut diambil setelah keduanya diduga tidak bekerja sama dalam penyelidikan terkait aktivitas perjudian yang melibatkan pertandingan tim mereka
NCAA mengumumkan keputusan tersebut pada Jumat (6/3).
Dalam laporan resmi, organisasi itu menyebut Ryan Forrest dan Landon Glasper tidak menanggapi sejumlah permintaan untuk menyerahkan dokumen keuangan serta mengikuti wawancara selama proses investigasi yang dimulai pada Januari 2025.
Penyelidikan dilakukan setelah pemantau integritas kompetisi menemukan pola taruhan mencurigakan pada empat pertandingan yang melibatkan tim North Carolina A&T Aggies.
Sesuai aturan NCAA, kegagalan untuk bekerja sama dalam proses investigasi dapat berujung pada pencabutan status eligibilitas pemain.
Meski demikian, Ryan Forrest membantah tudingan tersebut. Dalam pesan singkat kepada ESPN, ia menyatakan telah bekerja sama dengan penyelidik selama proses berlangsung.
“Saya sudah bekerja sama dengan NCAA sepanjang waktu. Mereka hanya tahu bagaimana menyebarkan cerita untuk merusak karakter seseorang,” tulis Forrest.
Sementara itu, Landon Glasper belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari media.
Menurut laporan investigasi NCAA, penyelidikan awal sebenarnya berfokus pada dugaan pelanggaran terkait taruhan olahraga yang melibatkan seorang asisten pelatih tim basket North Carolina A&T saat itu.
Dari penyelidikan tersebut, muncul informasi tambahan mengenai aktivitas taruhan yang mencurigakan.
Tim penyelidik kemudian mewawancarai Forrest, Glasper, serta tiga pemain lain dari tim Aggies. Mereka juga memeriksa isi telepon seluler para pemain tersebut.
Dalam pemeriksaan tersebut, penyelidik menemukan sejumlah foto yang memperlihatkan Forrest memegang uang tunai dalam jumlah besar sekitar waktu pertandingan yang sedang diselidiki.
Selain itu, terdapat tangkapan layar slip taruhan untuk pertandingan NFL dan NBA.
Berdasarkan temuan tersebut, NCAA berulang kali meminta Forrest dan Glasper untuk menyerahkan catatan keuangan serta mengikuti wawancara tambahan.
Namun menurut laporan tersebut, Ryan Forrest menyatakan tidak ingin melanjutkan partisipasi dalam investigasi, sementara Landon Glasper hanya menyerahkan sebagian dokumen tanpa bersedia menjalani wawancara lanjutan.
Laporan investigasi juga menyebut bahwa teman sekamar Forrest mengatakan kepada penyelidik NCAA bahwa aparat penegak hukum sempat mendatangi apartemen mereka pada April 2025 untuk berbicara dengan Forrest.
Namun tidak jelas apakah pertemuan tersebut benar-benar terjadi.
Kasus ini juga berkaitan dengan penyelidikan yang lebih luas mengenai dugaan pengaturan skor di basket perguruan tinggi.
Pada Januari lalu, mantan pemain Aggies lainnya, Camian Shell, didakwa secara federal dalam kasus pengaturan skor yang melibatkan 26 terdakwa.
Jaksa menuduh Shell bersama seorang rekan setimnya sengaja bermain buruk pada babak pertama pertandingan melawan Towson pada 29 Februari 2024.
Dalam pertandingan tersebut, para penjudi memasang taruhan sebesar 457.000 dolar AS untuk kemenangan Towson pada paruh pertama laga.
Towson akhirnya unggul 42-21 pada akhir babak pertama pertandingan tersebut.
Shell telah menyatakan tidak bersalah atas dakwaan tersebut dan saat ini masih menunggu proses persidangan.
Artikel Tag: NCAA