Phoenix Mercury Lepas DeWanna Bonner demi Peluang Raih Gelar Juara
Langkah tersebut membuka peluang bagi DeWanna Bonner untuk bergabung dengan tim lain dan mengejar gelar juara di penghujung kariernya. (Foto: AP)
Phoenix Mercury dan bintang enam kali All-Star DeWanna Bonner sepakat mengakhiri kontraknya melalui buyout, Senin (24/8).
Langkah tersebut membuka peluang bagi Bonner untuk bergabung dengan tim lain dan mengejar gelar juara di penghujung kariernya.
Setelah masuk waiver wire, Bonner akan menjadi unrestricted free agent jika tidak dipilih oleh tim lain.
Dengan demikian, pemain yang sedang menjalani musim ke-17 di WNBA itu bebas menandatangani kontrak dengan klub mana pun.
General manager Mercury, Nick U'Ren, mengatakan kesepakatan tersebut dibuat untuk memberikan kesempatan kepada Bonner tampil di playoff pada salah satu musim terakhir dalam kariernya.
"DeWanna merupakan bagian penting dari tim kami dan membawa kepemimpinan, pengalaman, serta daya saing yang luar biasa," kata U'Ren dalam pernyataan resmi.
Menurut agen Bonner, Mike Cound, keputusan tersebut tidak disebabkan masalah antara sang pemain dan Mercury.
Ia justru memuji Phoenix yang bersedia memberikan kesempatan kepada Bonner untuk mencari peluang baru.
"Mereka luar biasa. Banyak tim di liga mungkin tidak akan mempertimbangkan hal seperti ini, tetapi ini situasi khusus dan Phoenix merupakan organisasi yang sangat ramah terhadap pemain," ujar Cound kepada ESPN.
DeWanna Bonner, 39 tahun, menghabiskan 10 musim pertamanya bersama Mercury.
Ia membantu Phoenix meraih dua gelar WNBA sekaligus terpilih sebagai All-Star tiga kali dan meraih penghargaan Sixth Player of the Year sebanyak tiga kali.
Setelah meninggalkan Phoenix, Bonner memperkuat Connecticut Sun selama lima musim sebelum bergabung dengan Indiana Fever pada 2025.
Namun, masa baktinya di Indiana berlangsung kurang dari satu musim sebelum ia kembali ke Mercury.
Bonner kemudian membantu Phoenix mencapai WNBA Finals musim lalu. Namun, Mercury gagal meraih gelar setelah disapu Las Vegas Aces.
Musim 2026 menjadi periode mengecewakan bagi Phoenix. Mercury memiliki rekor 13-24 dan dipastikan tidak lolos ke playoff.
DeWanna Bonner mencatat rata-rata 10,6 poin, 6,1 rebound, 1,5 assist, dan 1,2 steal dalam 37 pertandingan, termasuk 26 kali sebagai starter.
Secara statistik, Bonner tetap menjadi salah satu pemain paling produktif sepanjang sejarah WNBA.
Ia menempati peringkat ketiga dalam daftar pencetak angka terbanyak sepanjang masa dan menjadi pemain ketiga yang mencapai 8.000 poin.
Bonner juga berada di posisi kelima dalam rebound, keenam dalam steal, ke-10 dalam tembakan tiga angka, ketiga dalam menit bermain, serta peringkat ke-20 dalam blok sepanjang sejarah liga.
"Pada tahap karier ini, saya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, tetapi saya berterima kasih kepada Mercury karena memberi saya kesempatan untuk bermain di salah satu peluang playoff terakhir dalam karier saya," kata Bonner.
Artikel Tag: WNBA, Phoenix Mercury