Phoenix Mercury Bidik Kemenangan Beruntun Saat Hadapi Fire di Portland
Natasha Mack menjadi salah satu pemain kunci dalam kemenangan terakhir Phoenix Mercury melawan Seattle Storm. (Foto: AP)
Phoenix Mercury bertekad melanjutkan momentum kebangkitan mereka saat menghadapi Portland Fire dalam lanjutan WNBA yang berlangsung Jumat (5/6) malam waktu setempat atau Sabtu pagi WIB.
Setelah menghentikan rentetan enam kekalahan beruntun, Mercury kini memburu kemenangan beruntun pertama mereka pada musim ini.
Phoenix Mercury (3-8) datang ke Portland dengan kepercayaan diri yang kembali tumbuh.
Hanya dua hari setelah menelan kekalahan telak 77-111 dari Minnesota Lynx, yang menjadi margin kekalahan terbesar di WNBA musim ini, Mercury mampu bangkit dengan mengalahkan Seattle Storm 72-68 dalam laga tandang.
Pada pertandingan tersebut, Phoenix Mercury sempat tertinggal enam poin memasuki kuarter keempat.
Namun, mereka tampil solid di periode akhir dengan membatasi Seattle hanya mencetak 13 poin melalui akurasi tembakan 4 dari 16 percobaan.
Kemenangan itu sekaligus menjadi awal yang positif dalam rangkaian empat laga tandang yang sedang dijalani tim.
“Kemenangan ini memang kami butuhkan. Saya harap ini menjadi awal dari sesuatu yang baik. Kami bisa menjadikannya modal untuk terus berkembang selama perjalanan tandang ini dan mencoba meraih kemenangan lainnya,” ujar guard Mercury, Monique Akoa Makani.
Forward Natasha Mack menjadi salah satu pemain kunci dalam kemenangan tersebut. Ia mencatatkan rekor tertinggi sepanjang kariernya dengan 16 poin serta menambahkan 10 rebound.
Guard Kahleah Copper juga menyumbang 16 poin untuk membantu Phoenix Mercury mengakhiri periode sulit mereka.
Pelatih Mercury, Nate Tibbetts, menilai kemenangan atas Seattle sebagai langkah awal yang penting dalam upaya tim keluar dari posisi sulit di awal musim.
“Periode kekalahan itu tidak menyenangkan, tetapi saya yakin pengalaman tersebut akan membuat kami lebih kuat. Kami akan terus berkembang karenanya. Kami memang belum tampil sempurna, tetapi ketika sedang mencari kemenangan, Anda akan menerimanya dengan cara apa pun. Ada beberapa hal yang masih perlu diperbaiki, namun ini kemenangan yang menunjukkan karakter tim,” kata Tibbetts.
Di sisi lain, Portland Fire (6-5) tampil cukup mengejutkan sebagai tim ekspansi musim ini. Meski demikian, mereka baru saja mengalami kekalahan 77-95 dari Golden State Valkyries pada Selasa lalu.
Dalam laga tersebut, Fire sempat tertinggal hingga 22 poin dan kesulitan membendung tembakan jarak jauh lawan. Golden State sukses memasukkan 18 dari 40 percobaan tripoin.
“Semua bermula dari pertahanan terhadap garis tripoin. Itu belum cukup baik, tetapi kami akan siap saat menghadapi Phoenix,” ujar pelatih Fire, Alex Sarama.
Center Portland, Megan Gustafson, mencetak 13 poin dan delapan rebound pada laga tersebut.
Pemain berusia 29 tahun itu tengah menikmati awal musim yang impresif dengan rata-rata 10,6 poin per pertandingan, lebih dari dua kali lipat rata-rata kariernya.
Pertandingan antara Phoenix dan Portland juga akan menjadi bagian dari ajang Commissioner’s Cup.
Mercury memiliki catatan 1-1 dalam kompetisi tersebut musim ini, sementara Fire masih mencari kemenangan pertama setelah memulai dengan rekor 0-1.
Artikel Tag: WNBA, Phoenix Mercury