Phoenix Mercury Berusaha Bangkit dalam Lawatan ke Atlanta Dream
Kahleah Copper masih menjadi andalan utama Phoenix Mercury dengan rata-rata 18,5 poin per pertandingan. (Foto: AP)
Phoenix Mercury akan mencoba bangkit saat memulai rangkaian tiga laga tandang dengan menghadapi Atlanta Dream pada lanjutan WNBA di College Park, Georgia, Minggu (24/5) siang waktu setempat atau Senin dini hari WIB.
Mercury datang ke pertandingan ini dengan tekanan besar setelah menjalani pekan kandang yang mengecewakan.
Phoenix kalah dalam empat dari lima pertandingan terakhir mereka setelah membuka musim secara mengejutkan lewat kemenangan telak 99-66 atas Las Vegas Aces.
Kini Phoenix Mercury memiliki rekor 2-4 dan baru saja menelan dua kekalahan kandang beruntun dari Toronto Tempo dan Los Angeles Sparks.
Pelatih Phoenix Nate Tibbetts mengaku timnya belum menunjukkan performa yang sesuai harapan meski musim baru berjalan dua pekan.
“Saya pikir setiap tim punya standar yang ingin dijaga dan identitas permainan yang ingin ditampilkan, dan kami belum sampai ke sana,” ujar Tibbetts.
“Kami akan menemukan grup yang benar-benar kompetitif. Saya suka dengan tim ini dan saya suka potensi yang kami miliki, hanya saja kami belum berada di level itu.”
Masalah terbesar Phoenix Mercury sejauh ini ada di sektor pertahanan. Dalam lima pertandingan terakhir, Phoenix rata-rata kebobolan 92,2 poin per gim.
Kahleah Copper masih menjadi andalan utama Mercury dengan rata-rata 18,5 poin per pertandingan.
Alyssa Thomas menyumbang 17,7 poin per gim, sementara Jovana Nogic menambahkan rata-rata 15,3 poin.
Namun produktivitas tersebut belum cukup menutupi lemahnya pertahanan Phoenix Mercury dalam beberapa pertandingan terakhir.
Di sisi lain, Atlanta Dream justru sedang berada dalam tren positif.
Dream memiliki rekor 3-1 dan baru saja meraih penampilan terbaik mereka musim ini setelah mengalahkan Dallas Wings 86-69 pada Jumat lalu.
Atlanta tampil dominan sejak awal laga dengan hanya membiarkan Dallas mencetak sembilan poin pada kuarter pertama.
Pelatih Dream Karl Smesko memuji performa bertahan timnya yang dianggap sebagai fondasi kemenangan atas Wings.
“Saya pikir usaha bertahan kami luar biasa,” kata Smesko.
“Ada beberapa momen dalam pertandingan itu di mana pertahanan kami berada di level tertinggi. Saya berharap kami masih bisa terus berkembang.”
Rhyne Howard kembali menjadi pemain penting bagi Atlanta.
Bintang tahun kelima itu mencetak 25 poin saat menghadapi Dallas dan sukses membatasi rookie sensasional Paige Bueckers hanya memasukkan tiga dari 13 percobaan tembakan.
Howard kini mencatat rata-rata 18 poin per pertandingan, namun kontribusinya di dua sisi lapangan dinilai jauh lebih penting oleh pelatihnya.
“Rhyne benar-benar fokus dan memainkan pertandingan yang luar biasa secara keseluruhan,” ujar Smesko.
“Saya sudah melihat itu sejak training camp. Pendekatannya musim ini berbeda sejak awal dan sekarang kita mulai melihat potensi sebenarnya dari dirinya.”
Selain Howard, Atlanta juga mendapat kontribusi besar dari Allisha Gray yang memimpin tim dengan rata-rata 22,8 poin per pertandingan.
Pemain anyar Angel Reese juga tampil solid setelah membukukan rata-rata 11,8 poin dan 11,8 rebound per gim sejak bergabung dengan Dream pada offseason.
Atlanta kini berpeluang memperpanjang momentum positif sekaligus semakin menekan Mercury yang tengah mencari jalan keluar dari performa inkonsisten mereka di awal musim.
Artikel Tag: WNBA, Phoenix Mercury, Atlanta Dream