Olivia Miles Bidik Kebangkitan Minnesota Lynx saat Hadapi Phoenix Mercury
Rookie sensasional Minnesota Lynx Olivia Miles tampil luar biasa dalam debut WNBA-nya dengan mencatat statistik elit untuk seorang debutan. (Foto: AP)
Phoenix Mercury akan menjalani laga kandang perdana musim ini saat menjamu Minnesota Lynx pada Selasa (12/5) malam waktu setempat atau Rabu pagi WIB di Phoenix.
Sorotan utama pertandingan tertuju pada duel antara veteran Mercury Alyssa Thomas dan rookie sensasional Minnesota Lynx Olivia Miles.
Thomas tampil impresif meski Phoenix Mercury kalah 95-79 dari Golden State Valkyries pada Minggu (10/5).
Pebasket berpengalaman itu nyaris mencatat triple-double setelah membukukan 19 poin, 11 assist, dan sembilan rebound.
Namun ia juga melakukan enam turnover dari total 17 turnover Mercury pada pertandingan tersebut.
Kekalahan itu terjadi sehari setelah Phoenix tampil dominan ketika menghancurkan juara bertahan Las Vegas Aces dengan skor 99-66.
Kemenangan tersebut menjadi kemenangan tandang terbesar dalam sejarah klub dan sekaligus laga ulang Final WNBA 2025.
Pada laga melawan Aces, Natasha Mack tampil menonjol dengan 15 rebound.
Namun performanya menurun drastis sehari kemudian saat hanya mampu mengumpulkan dua rebound menghadapi Valkyries.
Meski baru menelan kekalahan, Thomas menilai Phoenix Mercury sudah menunjukkan perkembangan signifikan dibanding musim lalu.
“Kami sudah jauh lebih siap dibandingkan awal musim lalu. Ada chemistry dan suasana yang berbeda dalam tim ini,” ujar Thomas.
Sementara itu, Minnesota Lynx tetap membawa optimisme meski kalah tipis 91-90 dari Atlanta Dream pada laga pembuka musim.
Penyebab utama optimisme tersebut adalah penampilan luar biasa Miles dalam debut WNBA-nya.
Pemain pilihan kedua draft WNBA 2026 itu mencetak 21 poin, delapan assist, dua steal, dan dua blok.
Miles juga tampil disiplin dengan menghindari foul trouble serta sukses memasukkan seluruh delapan tembakan bebasnya.
Catatan tersebut membuat Miles masuk daftar elite pemain debutan WNBA.
Ia menjadi pemain kelima dalam sejarah liga yang mampu mencetak minimal 20 poin dan lima assist pada laga debut, menyamai pencapaian Cynthia Cooper, Tonya Edwards, Candace Parker, dan Dawn Staley.
“Itu sangat keren. Ini hasil kerja keras dan mentalitas saya sebelum pertandingan. Tim percaya kepada saya dan membutuhkan saya untuk bermain agresif,” kata Miles.
Dalam pertandingan nanti, Miles diperkirakan akan banyak berhadapan dengan guard veteran Phoenix Mercury, Kahleah Copper.
Copper mulai menunjukkan perubahan peran musim ini. Jika sebelumnya lebih dikenal sebagai mesin poin Mercury, kini ia lebih sering bertindak sebagai pengatur serangan.
Rata-rata assist Copper meningkat menjadi tiga per pertandingan dibanding 1,5 assist musim lalu.
Kontribusi poin Copper juga sedikit menurun menjadi rata-rata 12 poin per gim dalam dua laga awal musim.
Sebagian peran ofensif di perimeter kini diambil rookie Jovana Nogic yang tampil impresif dengan rata-rata 17,5 poin per pertandingan.
Pertemuan di Phoenix menjadi kesempatan bagi Mercury untuk kembali ke jalur kemenangan sekaligus ujian besar berikutnya bagi Miles dalam awal karier profesionalnya yang menjanjikan.
Artikel Tag: Minnesota Lynx, WNBA, Phoenix Mercury