Kanal

LeBron James Tegaskan Peran “Pembantu” Bagi Luka Doncic di Lakers

Penulis: Hanif Rusli
08 Jan 2026, 05:35 WIB

LeBron James menyebut bahwa kekuatan utama Lakers saat ini adalah kemampuan mereka untuk bermain dinamis dengan Doncic sebagai motor serangan. (Foto: AP)

Di tengah performa impresif yang kembali ia tunjukkan, LeBron James menegaskan bahwa hierarki permainan Los Angeles Lakers kini jelas: tim ini bergerak di sekitar Luka Doncic.

Meski baru saja mencetak 30 poin dalam kemenangan 111-103 atas New Orleans Pelicans, LeBron menekankan bahwa dirinya tak perlu menjadi pusat segalanya, terutama dengan kehadiran bintang muda berusia 26 tahun tersebut.

“Luka tidak perlu menyesuaikan permainannya untuk saya,” ujar LeBron usai pertandingan. “Dialah pemain franchise kami. Justru kamilah yang harus menyesuaikan permainan di sekelilingnya dan mencari cara terbaik.”

Pernyataan itu menegaskan kedewasaan LeBron James dalam fase akhir kariernya.

Di usia 41 tahun, dengan menit bermain terbanyak dalam sejarah NBA, ia tetap mampu tampil dominan sekaligus menjadi pemimpin yang rela berbagi peran.

LeBron menyebut bahwa kekuatan utama Lakers saat ini adalah kemampuan mereka untuk bermain dinamis dengan Doncic sebagai motor serangan.

“Kami tahu dia pemain pick-and-roll yang luar biasa, pencetak angka hebat, dan mampu menarik perhatian pertahanan,” kata LeBron. “Kadang ada empat, bahkan enam mata tertuju padanya. Tugas kami adalah menempatkan diri di posisi yang tepat. Itu bukan masalah bagi saya.”

Dalam laga melawan Pelicans, sinergi LeBron dan Doncic terlihat jelas.

Keduanya sama-sama mencetak 30 poin, menandai kali kedua dalam tiga pertandingan terakhir mereka melampaui angka tersebut secara bersamaan.

Hasilnya, Lakers mencatat tiga kemenangan beruntun meski harus bermain tanpa dua starter, Austin Reaves dan Rui Hachimura, yang sama-sama mengalami cedera betis.

Doncic pun tak ragu memuji rekan seniornya.

“Dia luar biasa,” ujar Doncic tentang LeBron. “Membantu saya, membantu pemain lain, sangat efisien. Itu LeBron. Dia bisa melakukan segalanya. Kami semakin menyatu dari pertandingan ke pertandingan.”

Performa LeBron James sendiri menunjukkan grafik menanjak.

Setelah sempat kesulitan usai absen sebulan karena masalah saraf punggung (sciatica), ia kini kembali tajam.

Dalam tujuh dari 12 pertandingan terakhir, LeBron mencetak setidaknya 25 poin.

Selama rentetan kemenangan Lakers saat ini, ia mencatat rata-rata 29 poin dengan akurasi tembakan hampir 59 persen.

Di kuarter keempat melawan Pelicans, LeBron menjadi kunci kebangkitan.

Ia memimpin laju 8-0 di awal kuarter, termasuk dua tembakan 3 poin dan satu assist krusial, sebelum Doncic menutup pertandingan dengan aksi-aksi penentu di menit akhir.

Pelatih Lakers JJ Redick menilai apa yang dilakukan LeBron James di usia 41 tahun adalah bentuk kehebatan yang berbeda.

Ia membandingkan LeBron dengan pelempar legendaris MLB, Greg Maddux, di akhir kariernya—tak selalu dalam kondisi terbaik, namun selalu cukup untuk membawa kemenangan.

“Yang terpenting adalah dialog yang terus berjalan,” ujar Redick. “Bagaimana cara terbaik memanfaatkan LeBron malam ini, berdasarkan lawan dan kondisi fisiknya.”

Meski bangga dengan konsistensi dan daya tahannya, LeBron tetap realistis soal fisik. Ketika ditanya soal tampil di laga back-to-back berikutnya, jawabannya tegas namun santai.

“Setiap back-to-back musim ini statusnya TBD,” katanya. “Saya 41 tahun dan punya menit bermain terbanyak dalam sejarah NBA. Simpan jawaban itu.”

Di balik segala pencapaian, satu hal jelas: LeBron James kini menunjukkan bahwa kehebatan tidak selalu tentang menjadi pusat segalanya, melainkan tentang menempatkan diri demi keberhasilan tim.

Artikel Tag: LeBron james

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru