LeBron James: Kekalahan Pahit dan Sambutan Manis di Cleveland
LeBron James: Kekalahan Pahit dan Sambutan Manis di Cleveland - sumber: (mainbasket)
Berita Basket NBA
LeBron James harus menerima kenyataan pahit ketika Philadelphia 76ers dikalahkan telak 95-119 oleh mantan timnya, Cleveland Cavaliers. Meskipun pertandingan tandang ini jauh dari harapan, senyum masih menghiasi wajah LeBron saat mendapat sambutan hangat di Rocket Arena, Cleveland.
Dalam pertandingan yang berlangsung Jumat (6/11) lalu, kekalahan ini menandai kekalahan kedua bagi Sixers dari 10 laga musim ini. Mereka kesulitan menghadapi agresivitas Cavaliers, terutama setelah sempat memimpin tipis dua poin di awal laga. Namun, dominasi Cavaliers tak terbendung.
Cavaliers melaju dengan keunggulan hingga 25 poin di kuarter keempat, berkat keberhasilan menyarangkan 40 dari 88 tembakan. Sebaliknya, Sixers tertinggal jauh dengan hanya mencetak 31 dari 85 tembakan, setara dengan akurasi 36 persen.
LeBron sendiri tampil jauh dari performa terbaiknya. Sang MVP NBA empat kali itu hanya membukukan 8 poin, 7 rebound, 3 asis, dan 2 steal, serta melakukan 6 turnover dalam 31 menit bermain. Tembakan LeBron juga tidak tepat sasaran, hanya memasukkan tiga dari 12 percobaan.
Catatan impresif LeBron di musim reguler pun terhenti. Sebelumnya, pemain berusia 41 tahun ini selalu mencetak minimal 10 poin dalam 396 pertandingan beruntun di Cleveland. "Saya benar-benar tidak menemukan ritme yang bagus dalam menyerang. Permainan kami juga tidak terlihat bagus secara ofensif. Ada beberapa momen ketika kami bermain cukup baik. Tetapi terlalu banyak turnover. Termasuk yang saya lakukan," ungkap LeBron usai pertandingan.
Meski kecewa dengan hasil negatif ini, LeBron tidak terlalu terkejut dengan sambutan positif dari publik Cleveland. Ia bahkan membandingkan atmosfer kali ini dengan pengalaman pahit ketika pertama kali kembali ke Cleveland sebagai pemain Miami Heat pada 2010. Saat itu, keputusannya meninggalkan Cavaliers melalui program televisi bertajuk The Decision memicu kemarahan besar para penggemar, dan ia mendapat cemoohan ketika kembali pada 2 Desember 2010.
"Pada akhirnya, tidak ada yang bisa lebih buruk daripada 2 Desember 2010 dalam hal sambutan yang saya terima. Saya pernah merasakan sambutan yang begitu buruk hingga seperti berada di dasar neraka, sampai sambutan yang begitu luar biasa. Jadi, apa pun yang berada di antara keduanya terasa mudah," ujar LeBron.
Hubungan LeBron dengan Cavaliers akhirnya berubah sejak kepulangannya pada 2014 setelah empat musim membela Heat. Ia kemudian berhasil mempersembahkan gelar NBA pertama dalam sejarah Cavaliers pada 2016.