Kevin Durant Targetkan Tampil di Olimpiade Musim Panas Los Angeles 2028
Kevin Durant telah mengoleksi empat medali emas Olimpiade dan tercatat sebagai pencetak angka terbanyak sepanjang sejarah tim putra AS di Olimpiade. (Foto: AP)
Bintang basket Amerika Serikat, Kevin Durant, menyatakan berencana tampil pada Olimpiade Musim Panas 2028 di Los Angeles.
Pernyataan tersebut disampaikannya kepada ESPN, sekaligus menepis anggapan bahwa ajang Paris 2024 menjadi penampilan terakhirnya bersama tim nasional.
Kevin Durant, yang telah mengoleksi empat medali emas Olimpiade dan tercatat sebagai pencetak angka terbanyak sepanjang sejarah tim putra AS di Olimpiade, akan mendekati usia 40 tahun saat pesta olahraga dunia digelar di Los Angeles.
Meski demikian, ia menegaskan masih memiliki ambisi untuk kembali memperkuat negaranya, dengan catatan tetap berada dalam performa terbaik.
Ia mengaku sudah menyampaikan niat tersebut kepada managing director USA Basketball, Grant Hill.
Namun, Durant menekankan bahwa keputusannya nanti tetap bergantung pada kemampuannya bersaing di level tertinggi.
“Ya tentu saja saya ingin bermain. Saya ingin sekali tampil, tetapi saya harus tetap berada di level permainan terbaik,” ujar Durant. “Saya tidak ingin dipilih hanya karena senioritas. Saya ingin membuktikan bahwa saya masih bisa membantu tim meraih kemenangan.”
Sebelumnya berkembang narasi bahwa Olimpiade Paris akan menjadi “last dance” bagi Durant, bersama dua megabintang lainnya, LeBron James dan Stephen Curry.
Namun, Kevin Durant membantah kabar tersebut.
“Anda dari media yang memproyeksikan itu. Dari mana muncul narasi ‘last dance’? Saya tidak pernah mengatakan berhenti bermain. LeBron yang bilang dia tidak akan main lagi. Anda tidak mendengar itu dari saya atau Steph,” katanya.
James telah menyatakan tidak akan berpartisipasi pada Olimpiade 2028, sementara peluang Curry untuk kembali dinilai kecil.
Dengan demikian, peluang Durant untuk menjadi figur senior dalam skuad AS terbuka lebar apabila ia tetap kompetitif dalam dua musim mendatang.
Selain membahas rencana Olimpiade, Durant juga menanggapi perdebatan mengenai perkembangan basket internasional.
Dalam beberapa tahun terakhir, penghargaan Most Valuable Player (MVP) NBA didominasi pemain internasional seperti Giannis Antetokounmpo, Nikola Jokic, Joel Embiid, dan Shai Gilgeous-Alexander.
Pemain Amerika terakhir yang meraih MVP adalah James Harden pada 2018.
Kevin Durant menilai narasi yang menyebut gaya basket Eropa lebih unggul dibanding sistem Amerika, termasuk kritik terhadap kompetisi akar rumput seperti AAU, sebagai sesuatu yang berlebihan.
“Saya tidak suka pembicaraan soal gaya Amerika melawan Eropa. Saya sering mendengar bahwa AAU merusak permainan, sementara Eropa melakukannya dengan benar,” ujarnya. “Menurut saya itu berlebihan.”
Amerika Serikat memang menghadapi persaingan ketat dalam beberapa turnamen internasional terakhir, termasuk laga-laga sengit di Paris 2024.
Namun, Durant menegaskan tim AS masih menjadi kekuatan utama di panggung dunia dan optimistis dapat mempertahankan dominasi pada 2028.
Artikel Tag: kevin durant, los angeles 2028