Durant Cetak Tripoin Penentu, Obati Luka Hati
Durant Cetak Tripoin Penentu, Obati Luka Hati - sumber: (mainbasket)
Berita Basket NBA – Kevin Durant menunjukkan performa gemilang saat menghadapi mantan timnya, Phoenix Suns, dengan mencetak tembakan penentu kemenangan yang dramatis. Pada Senin malam (5/1) waktu AS, Durant berhasil membawa Houston Rockets unggul 100-97 dengan mencetak tembakan tiga angka hanya 1,1 detik sebelum pertandingan berakhir. Tembakan krusial tersebut menjadi pengobat sakit hatinya terhadap mantan timnya.
Sebelum momen kemenangan Durant, Suns sebenarnya memiliki peluang untuk unggul. Sayangnya, percobaan tembakan tiga angka dari Devin Booker tidak berhasil. Phoenix sempat mendapatkan rebound, namun waktu tembakan habis, memberikan Rockets kesempatan emas dengan sisa waktu 5,1 detik.
Durant tampil memukau dengan total 26 poin, termasuk tembakan penentu di detik-detik akhir. Dalam situasi imbang, ia menerima umpan masuk dengan Royce O’Neale menjaga ketat, melakukan dribble dua kali, dan melepaskan tembakan dari jarak jauh yang mengamankan kemenangan bagi Rockets.
Momen tersebut memicu perayaan meriah di Toyota Center dan beberapa ejekan dari Durant. Namun yang paling mencolok adalah komentarnya tentang Suns seusai pertandingan.
"Tentu saja," jawab Durant ketika ditanya apakah tembakan tersebut lebih berarti karena lawannya adalah Suns, seperti dilaporkan oleh The Associated Press. "Suns adalah tempat yang tidak ingin saya tinggalkan. Pertama kali, saya tidak ingin terdengar terlalu dramatis, tetapi saya diusir dari tempat itu."
Durant bergabung dengan Rockets musim panas ini setelah pertukaran besar yang mengirim Dillon Brooks dan Jalen Green ke Suns. Ia mengungkapkan bahwa Suns "mengusirnya" dan menjadikannya kambing hitam atas masalah yang dialami tim tersebut.
"Rasanya menyenangkan bisa bermain melawan tim yang pernah mengusirmu dari gedung dan menjadikanmu kambing hitam atas semua masalah mereka," ujarnya.
Selama 2 1/2 musim bersama Suns, Durant hanya sekali membawa tim tersebut mencapai babak kedua playoff, dan musim lalu mereka gagal lolos ke babak playoff. Dalam perjalanannya di Phoenix, Durant mengalami tiga pergantian pelatih kepala, dan kini Suns berada di bawah arahan pelatih baru, Jordan Ott.
Meski Suns memiliki berbagai masalah dalam susunan pemainnya, Durant merasa semua kesalahan seakan dibebankan padanya. "Dan itu menyakitkan karena aku telah mencurahkan seluruh usaha, cinta, dan perhatianku kepada Suns, wilayah Phoenix, dan Arizona secara umum. Tapi itulah bisnisnya, itulah inti permainannya. Jadi, ketika kamu bermain melawan tim (mantan)mu, ya, kamu akan merasa dendam," ungkapnya.
Pertandingan sempat terhenti sejenak di kuarter kedua karena kerusakan jam dan papan skor. Meski begitu, permainan dilanjutkan dengan penyiar mengumumkan waktu secara berkala. Jam dan papan skor kembali berfungsi menjelang akhir babak pertama, dan jam tembakan aktif lagi di awal kuarter ketiga.
Selanjutnya, Rockets dijadwalkan memainkan pertandingan tandang berturut-turut di Portland pada hari Rabu dan Jumat, waktu AS. (tor)