Dawn Staley Incar Gelar Keempat NCAA Bersama South Carolina Gamecocks
Jika kembali juara, Dawn Staley akan menyamai catatan Kim Mulkey sebagai pelatih dengan gelar terbanyak ketiga dalam sejarah. (Foto: AP)
Pelatih South Carolina Gamecocks, Dawn Staley, berpeluang menambah koleksi gelar nasionalnya saat menghadapi UCLA Bruins dalam final NCAA Women's Basketball Championship yang berlangsung di Phoenix, Minggu (5/4) waktu setempat.
Staley mengincar gelar nasional keempat sepanjang karier kepelatihannya.
Ia sebelumnya membawa South Carolina meraih trofi pertama pada 2017, yang juga menjadi pengalaman pertamanya tampil di partai final NCAA sebagai pelatih.
“Itu momen yang spesial. Anda bermain di hari terakhir musim basket kampus wanita,” ujar Dawn Staley. “Ini sebuah kehormatan besar, baik menang maupun kalah. Ini juga menjadi tolok ukur sejauh mana program bisa berkembang.”
Sejak gelar perdana tersebut, Dawn Staley telah menambah dua trofi lagi dan membawa Gamecocks tampil di final dalam empat dari lima musim terakhir.
Jika kembali juara, ia akan menyamai catatan Kim Mulkey sebagai pelatih dengan gelar terbanyak ketiga dalam sejarah, di bawah Geno Auriemma dan mendiang Pat Summitt.
Meski demikian, Dawn Staley menegaskan bahwa ia tidak terlalu memikirkan pencapaian pribadi. Ia lebih fokus pada kontribusinya terhadap pemain dan staf pelatih.
“Saya tidak membandingkan diri dengan siapa pun. Saya melakukan ini untuk pemain dan tim pelatih saya yang bekerja setiap hari,” katanya.
Di sisi lawan, UCLA mencatat sejarah dengan mencapai final NCAA untuk pertama kalinya.
Perjalanan mereka tidak lepas dari motivasi setelah mengalami kekalahan telak dari UConn Huskies pada Final Four musim lalu.
Musim ini, UCLA hanya menelan satu kekalahan, yakni dari Texas pada November.
Mereka berhasil membalas kekalahan tersebut dengan kemenangan 51-44 di semifinal, yang memastikan tiket ke partai puncak.
Pelatih UCLA, Cori Close, menegaskan timnya tetap fokus dan tidak larut dalam euforia. Ia menyebut para pemain datang ke turnamen dengan pendekatan profesional dan target yang jelas.
“Kami datang dengan fokus penuh. Kami tahu pekerjaan belum selesai dan ingin bersaing di level tertinggi,” ujar Close.
Sementara itu, pemain muda South Carolina, Agot Makeer, menjadi salah satu faktor penting dalam performa tim di turnamen.
Ia mencetak dua digit poin dalam lima pertandingan terakhir, dengan rata-rata 14,6 poin dan akurasi tembakan 55,6 persen.
Makeer menyebut perubahan pola pikir menjadi kunci peningkatan performanya. Ia kini lebih fokus melakukan apa pun yang dibutuhkan tim untuk meraih kemenangan.
Laga final ini diprediksi berlangsung ketat, dengan South Carolina mengandalkan pengalaman dan konsistensi, sementara UCLA membawa semangat untuk mencatat sejarah dengan meraih gelar pertama mereka.
Artikel Tag: NCAA, dawn staley