☰
Kanal
✕

Caitlin Clark Kecam Ujaran Kebencian terhadap Rekan Setim Kelsey Mitchell

Penulis: Hanif Rusli
09 Okt 2026, 05:29 WIB

Caitlin Clark mengaku kecewa melihat pengalaman yang dialami Kelsey Mitchell, yang disebutnya sebagai sosok berhati baik. (Foto: AP)

Bintang Indiana Fever, Caitlin Clark, mengecam ujaran kebencian dan diskriminasi yang diarahkan kepada rekan setimnya, Kelsey Mitchell, serta pemain lain di WNBA.

Clark menegaskan bahwa perilaku tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai yang dia pegang dan berharap dapat terus bermain bersama Mitchell pada musim mendatang.

Dalam sesi wawancara terakhirnya pada musim ini, Kamis (8/10), Clark mengatakan telah berbicara dengan Mitchell setelah rekannya itu mengungkapkan pengalaman menghadapi kebencian di media sosial dan kesulitan yang terkadang dirasakannya saat bermain untuk Fever.

Popularitas besar yang diperoleh Fever sejak kedatangan Clark turut menarik perhatian luas. Namun, sorotan tersebut juga diikuti perilaku sejumlah penggemar yang melontarkan serangan kepada pemain Fever dan pihak lain di liga.

"Bermain setiap hari untuk bersaing di hadapan penggemar yang mungkin menyukai atau tidak menyukai Anda itu sulit," kata Mitchell dalam sesi wawancara penutup musim pada Sabtu.

Caitlin Clark mengaku kecewa melihat pengalaman yang dialami Mitchell, yang disebutnya sebagai sosok berhati baik. Dia juga mengecam orang-orang yang menggunakan namanya untuk menyebarkan kebencian.

"Terhadap orang-orang yang menggunakan saya untuk menunjukkan retorika rasis, kebencian, atau diskriminasi, itu bukan sesuatu yang saya dukung. Saya tidak pernah mendukung hal seperti itu," ujar Clark.

"Orang-orang yang mengenal saya tahu bahwa itu bukan diri saya dan bukan cara saya dibesarkan. Jadi, sangat mengecewakan ketika orang melakukan hal tersebut."

Clark menyebut persoalan itu sebagai bagian dari masalah yang lebih luas dalam olahraga profesional.

Dia mencontohkan pemain tenis Coco Gauff yang baru-baru ini juga berbicara mengenai pengalamannya menghadapi perlakuan negatif.

Mitchell menjadi prioritas utama Fever untuk dipertahankan setelah mencetak rekor poin dalam satu musim WNBA.

Dia akan berstatus unrestricted free agent setelah menghabiskan sembilan musim bersama Indiana sejak dipilih pada urutan kedua draft 2018.

Caitlin Clark menegaskan bahwa dirinya ingin terus berbagi lapangan belakang dengan Mitchell dan klub akan berusaha keras mempertahankannya.

"Saya tidak ingin berbagi posisi guard dengan siapa pun selain dia. Kami membutuhkan dia, kami menyayanginya, dan saya berharap bisa bermain bersamanya sepanjang sisa karier saya," kata Clark.

Masalah perilaku penggemar juga pernah menjadi sorotan setelah A'ja Wilson dan Jackie Young dari Las Vegas Aces mengalami insiden dengan penonton di Indiana.

Alyssa Thomas dari Phoenix Mercury bahkan mengatakan menerima ancaman pembunuhan dan hinaan rasial setelah mendapat skorsing satu pertandingan akibat kontak dengan leher Clark.

Manajer umum Fever, Amber Cox, sebelumnya menyatakan serangan terhadap basis penggemar tim tidak berdasar dan harus dihentikan.

Namun, mantan pemain Fever yang kini menjabat bendahara Women's National Basketball Players Association, Brianna Turner, membantah pernyataan tersebut melalui media sosial.

Clark sendiri mengaku jarang memeriksa pesan langsung di media sosial untuk menghindari komentar negatif. Meski demikian, dia mengapresiasi penggemar yang mendukung dan menghormati para pemain.

"Ada batas yang tidak boleh dilanggar. Saya berterima kasih kepada para penggemar yang datang, mendukung, dan menghormati kami," ujarnya. Clark menambahkan bahwa dirinya berusaha membatasi waktu di media sosial dan mengabaikan kebisingan yang tidak perlu.

Artikel Tag: WNBA, Caitlin Clark

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru