Caitlin Clark Ajak Indiana Fever Bangkit Jelang Hadapi Aces di Playoff
Indiana Fever mengakhiri musim dengan dua kekalahan dalam tiga pertandingan terakhir setelah sebelumnya memenangi delapan dari 10 laga. (Foto: AP)
Indiana Fever menutup musim reguler WNBA 2026 dengan kekalahan telak 66-86 dari Minnesota Lynx, Kamis (24/9), tetapi Caitlin Clark meminta tim segera melupakan hasil tersebut dan mengalihkan fokus ke playoff.
Kekalahan itu terjadi hanya 48 jam setelah Fever mengalahkan Lynx, unggulan pertama, dalam salah satu kemenangan terbaik mereka musim ini.
Namun, pada laga terakhir musim reguler, Indiana tertinggal 30 poin saat halftime dan sempat terpaut 36 angka pada kuarter ketiga sebelum pelatih Stephanie White menarik para pemain utamanya.
Aliyah Boston mengalami kambuh pada cedera lututnya dan tidak bermain pada babak kedua sebagai tindakan pencegahan.
Sementara itu, pemain cadangan Tyasha Harris harus dibawa keluar lapangan setelah mengalami cedera pergelangan kaki kiri akibat terjatuh dengan posisi yang tidak ideal.
Kekalahan tersebut membuat Fever finis sebagai unggulan keenam untuk musim ketiga berturut-turut.
Indiana Fever akan menghadapi unggulan ketiga Las Vegas Aces pada putaran pertama playoff, Minggu (27/9). Fever memiliki catatan 2-1 melawan Aces pada musim reguler.
Clark hanya mencetak dua poin melalui 1 dari 12 tembakan, termasuk rekor terendah dalam kariernya.
Sementara itu, Kelsey Mitchell hanya mencetak 10 poin dari 3 dari 12 tembakan sehingga rekor liga 27 pertandingan beruntunnya dengan sedikitnya 20 poin terhenti.
"Pada titik ini, semua rekor adalah 0-0. Kami akan memasuki playoff. Kalau kami terus meratapi apa yang terjadi malam ini, memang menyakitkan, tetapi begitulah adanya," kata Clark.
"Kalau Anda tidak bisa bangkit untuk playoff, mungkin Anda tidak seharusnya berada di tim ini. Itulah hal hebatnya. Kami harus masuk playoff dengan mentalitas untuk mencuri kemenangan pertama," lanjutnya.
Sementara Fever berusaha bangkit, Lynx justru menunjukkan respons setelah kalah 77-96 dari Indiana dua hari sebelumnya. Minnesota langsung unggul 25-4 dan tidak pernah kehilangan kendali.
Indiana Fever mengakhiri musim dengan dua kekalahan dalam tiga pertandingan terakhir setelah sebelumnya memenangi delapan dari 10 laga.
Mereka juga kehilangan keuntungan kandang yang menjadi perhatian setelah kalah pada gim kelima semifinal melawan Aces di Las Vegas musim lalu.
Pertahanan tetap menjadi persoalan Indiana. Fever menempati peringkat ke-11 dalam rata-rata poin yang kemasukan, meski memiliki serangan terbaik di liga.
"Ini adalah basket playoff. Fisik, intensitas, dan tingkat fokusnya berbeda. Kami harus belajar dari pertandingan ini, berkembang, lalu mulai mempersiapkan diri untuk pertandingan berikutnya," kata White.
Artikel Tag: WNBA, Caitlin Clark, Indiana Fever