Allisha Gray Alami Cedera saat Atlanta Dream Tumbang dari Valkyries
Bintang Atlanta Dream Allisha Gray (kanan) terbaring selama beberapa menit sebelum akhirnya bangkit dan berjalan sendiri menuju ruang ganti. (Foto: AP)
Atlanta Dream harus menelan dua kabar buruk sekaligus setelah kalah 66-77 dari Golden State Valkyries dalam lanjutan WNBA, Rabu (25/6) waktu setempat.
Selain gagal meraih kemenangan, Dream juga kehilangan guard andalannya, Allisha Gray, yang mengalami cedera dan terpaksa meninggalkan pertandingan sebelum usai.
Pelatih Atlanta Dream Karl Smesko mengatakan Gray berada dalam kondisi mental yang baik setelah pertandingan, tetapi tim masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui tingkat keparahan cedera tersebut.
"Kami berharap cedera itu tidak terlalu serius. Dia menjalani musim yang luar biasa tahun ini," kata Smesko.
Insiden yang menimpa Gray terjadi pada menit-menit akhir kuarter ketiga.
Saat berusaha mengikuti pergerakan guard Golden State, Tiffany Hayes, Gray tampak terkena lutut forward Valkyries, Cecilia Zandalasini, yang sedang memasang screen.
Benturan tersebut mengenai bagian tengah tubuh Gray dan membuatnya langsung terjatuh di lapangan.
Pemain berusia 31 tahun itu terbaring selama beberapa menit sebelum akhirnya bangkit dan berjalan sendiri menuju ruang ganti.
Gray menutupi kepalanya dengan handuk saat meninggalkan lapangan dan kemudian dinyatakan tidak dapat melanjutkan pertandingan pada awal kuarter keempat.
Cedera tersebut menutup malam yang sulit bagi Gray. Ia hanya mampu mencetak delapan poin dengan akurasi tembakan 3 dari 10 percobaan.
Secara keseluruhan, performa Dream memang jauh dari harapan.
Atlanta hanya memasukkan 39 persen tembakan mereka sepanjang pertandingan dan kesulitan menemukan ritme dari luar garis tiga angka. Tim hanya berhasil memasukkan empat dari 18 percobaan tripoin.
Rhyne Howard menyumbangkan 12 poin untuk Atlanta Dream, sementara Angel Reese membukukan double-double dengan 10 poin dan 12 rebound. Rookie Madina Okot menjadi pencetak angka terbanyak tim dengan torehan 16 poin.
Sebaliknya, Golden State tampil lebih efektif. Valkyries mencatat akurasi tembakan 45 persen dan sukses memasukkan 15 tembakan tiga angka.
Kuarter kedua menjadi titik balik pertandingan setelah Atlanta kalah 9-22 pada periode tersebut.
"Mereka tidak melakukan sesuatu yang luar biasa untuk mengalahkan kami. Yang paling menyakitkan adalah tembakan tiga angka mereka," ujar Reese.
Smesko juga menyoroti lemahnya pertahanan timnya saat menghadapi para penembak Golden State.
Menurutnya, sejumlah kesalahan rotasi membuat Valkyries memperoleh banyak peluang terbuka dari luar garis perimeter.
Meski kecewa dengan hasil pertandingan, Dream tidak ingin terlalu larut dalam kekalahan tersebut.
Atlanta masih memiliki kesempatan untuk membalas saat kembali menghadapi Valkyries di Chase Center pada Jumat mendatang, kurang dari 48 jam setelah pertemuan pertama.
"Kami harus bercermin dan memperbaiki hal-hal yang masih kurang. Untungnya kami punya kesempatan lain untuk menghadapi mereka pada Jumat," kata Reese.
Sementara itu, fokus utama Atlanta Dream kini tertuju pada kondisi Gray, yang menjadi salah satu pemain paling konsisten mereka sepanjang musim ini.
Artikel Tag: WNBA, Atlanta Dream