Akhir Musim Yang Pahit Bagi Pacific Caesar Surabaya
Pacific Caesar Surabaya harus berbenah serius untuk musim 2027. (Gambar: IBL)
Berita Basket IBL : Pacific Caesar Surabaya mengakhiri IBL musim 2026 dengan catatan yang pahit. Tim asuhan Andika Saputra tersebut harus menelan dua kekalahan beruntun dari Rans Simba Bogor dan Hangtuah Jakarta.
Performa Pacific Caesar Surabaya sendiri di musim ini dapat dikatakan menurun cukup jauh dari musim lalu. Apabila musim lalu Pacific mampu meraup 11 kemenangan dari 26 laga (42 persen winrate), di musim ini persentase itu turun jauh di angka 20 persen. Ya, Pacific hanya meraup 4 kemenangan dari total 20 laga yang dijalani selama musim reguler dan lagi-lagi mereka gagal lolos babak playoff.
Beberapa pelajaran dapat dipetik dari perjalanan musim ini yang terasa amat getir bagi Pacific. Pertama, scouting pemain asing harus lebih baik sejak awal musim dengan budget yang harus ditetapkan lebih tinggi. Alih-alih berhemat dengan merekrut Dino Butorac, Gregoryshon Magee, dan Anthony Peacock, semua strategi itu terbuang sia-sia begitu saja. Pacific justru kurang mendapatkan hasil maksimal.
Ada baiknya manajemen tim merekrut pemain asing dengan budget lebih tinggi agar performa tim lebih stabil sejak awal musim. Kedua, Pacific tampaknya harus menambah daya gedor dari sisi pemain lokal. Dari garis besar perjalanan musim ini, hanya Daffa Dhoifullah dan Gregorio Wibowo yang cenderung meringankan beban dari AJ Bramah, Xavier Cannefax dan Joseph Obasa. Beberapa pemain senior yang free agent dan belum mendapat tim layak diberi kesempatan untuk bergabung.
Apabila dua syarat tersebut sudah dipenuhi, target playoff tampaknya tidak akan sulit bagi Pacific musim depan. Mereka adalah tim yang punya potensi, tetapi butuh eksekusi yang lebih matang untuk mencapai level kompetitif.
Artikel Tag: IBL, Pacific Caesar Surabaya