BAM Tak Khawatir Meski Gagal Total di Piala Thomas & Uber 2026
Rexy Mainaky-Zafrul Abdul Aziz/[Foto:NST]
Asosiasi Badminton Malaysia (BAM) mendesak semua pihak untuk menghindari "reaksi spontan" terhadap tersingkirnya Malaysia di perempat final Piala Thomas di Denmark baru-baru ini.
Sekretaris Jenderal BAM, Datuk Kenny Goh, mengatakan bahwa masyarakat Malaysia tidak seharusnya bereaksi berlebihan terhadap hasil tersebut karena rencana jangka panjang badan nasional ini diarahkan pada Olimpiade Los Angeles 2028.
"Kami memiliki peta jalan untuk LA 2028 dan menjelang kompetisi itu, kami memiliki sejumlah tolok ukur yang ingin kami capai," kata Kenny saat ditemui hari ini.
"Akan ada beberapa (tolok ukur) yang dapat kita capai dan ada beberapa yang mungkin tidak dapat kita capai."
"Dan jika kita tidak memenuhi salah satu dari tujuan tersebut, kita harus memahami mengapa kita gagal mencapainya."
"Namun, kita tidak boleh bereaksi secara impulsif setiap kali kalah dalam sebuah kompetisi."
Kekalahan di Piala Thomas 2026 tentu saja merupakan hasil yang mengecewakan bagi para penggemar Malaysia yang telah lama menderita karena belum pernah melihat tim tersebut mengangkat trofi bergengsi itu sejak Kuala Lumpur 1992.
Sejak mengambil alih kepemimpinan tahun lalu, presiden BAM Tengku Datuk Seri Zafrul Abdul Aziz telah menyatakan keinginannya untuk melihat tim tersebut meraih kemenangan dalam kompetisi tahun ini.
Dia selalu menekankan bahwa BAM harus terus menetapkan target yang tinggi.
Kenny menambahkan bahwa BAM akan terus mengevaluasi kembali skuad menjelang Asian Games Aichi-Nagoya pada bulan September.
"Asian Games juga merupakan tolok ukur penting bagi kami," kata Kenny.
"Saya yakin komite kinerja BAM dan para pelatih akan membahas hal ini secara rinci sebelum mengambil keputusan apa pun."
Artikel Tag: Asian Games, Piala Thomas, bam, Kenny Goh, Zafrul Abdul Aziz