Kanal

Bagi Novak Djokovic, Hasil Semifinal Di London Baik, Tapi Tak Cukup Baik

Penulis: Dian Megane
11 Jul 2026, 09:00 WIB

Novak Djokovic [image: getty images]

Berita Tenis: Menurut petenis berkebangsaan Serbia, Novak Djokovic, hasil semifinal Wimbledon musim 2026 sudah baik, tetapi tidak cukup baik setelah ia kalah dari Jannik Sinner.

Pekan ini, petenis berusia 39 tahun melakoni semifinal Wimbledon ke-15 dalam kariernya dan mengincar gelar kedelapan Grand Slam tersebut, tetapi ia tidak mampu benar-benar membuat petenis unggulan pertama, Sinner kewalahan, setelah petenis berkebangsaan Italia juga mengalahkan petenis berusia 39 tahun di babak dan Grand Slam yang sama musim 12 bulan lalu.

“Musim lalu, saya lolos ke empat semifinal Gand Slam. Musim ini, di antara tiga Grand Slam, saya lolos ke satu final dan satu semifinal. Saya rasa bagi 99 persen petenis, itu akan menjadi hasil Grand Slam yang sangat baik. Bagi saya, itu baik, tetapi tidak cukup baik, karena saya diberkati dan dikutuk untuk terbiasa dengan sesuatu yang berlevel tinggi dalam hal hasil dan prestasi,” jelas Djokovic.

"Saya juga tengah berkonflik dengan diri sendiri, dalam artian saya berkata pada diri sendiri, 'Lihat, sungguh luar biasa bahwa kau masih mampu, seperti yang dikatakan orang-orang di sekitar saya, bermain di level setinggi ini dan mendorong para petenis muda hingga batas kemampuan mereka untuk meraih gelar Grand Slam', dan itu memang benar. Tetapi pada saat yang sama, saya selalu memiliki ekspektasi tertinggi untuk diri saya sendiri.”

"Ini semacam pertarungan batin tentang apa yang telah saya lalui selama lebih dari 20 musim karier saya, apa tujuan saya selama ini, ekspektasi saya, dan mencoba menyeimbangkannya serta menjadi sedikit lebih rendah hati dalam hal itu. Saya merasa ketika saya sehat, saya masih mampu bertanding sebagai petenis peringkat lima besar, masih mampu bersaing di level tertinggi."

Petenis berkebangsaan Serbia mengandaskan Sinner di semifinal Australian Open awal musim ini, tetapi kini ia harus menelan enam kekalahan dari tujuh pertemuan terakhir mereka dan kini ia tertinggal 5-7 dalam head to head mereka.

“Tentu, saya merasa kecewa. Tentu, saya ingin memenangkan Wimbledon. Itu adalah alasan mengapa saya masih mendorog diri saya sendiri begitu keras. Tetapi, saya hanya kalah dari petenis yang tampil lebih baik. Saya harus menerimanya. Jelas, ini cukup berat. Begitu anda keluar dari lapangan, cukuup berat untuk menerimanya. Tetapi itu yang terjadi,” sambung Djokovic.

"Saya tidak marah pada diri sendiri. Saya rasa saya tidak melakukan kesalahan besar. Saya hanya satu atau dua level lebih buruk darinya. Maksud saya, ia bermain dengan sangat solid dari semua sisi. Sangat sulit untuk membaca servisnya, senjata luar biasa yang telah menjadi ciri khasnya dalam beberapa musim terakhir sejak ia mengubah tekniknya. Tentu saja, ia sama solidnya dengan siapa pun dari belakang lapangan. Itu saja."

"Kalah dengan tiga set langsung melawan petenis terbaik di dunia, oke, begitulah adanya. Itu adalah kenyataan yang harus diterima. Tetapi turnamen ini positif dalam hal sikap di lapangan, semangat juang, dedikasi. Maksud saya, itu masih ada. Dari segi permainan, saya tidak terlalu senang. Seperti di Australia, saya merasa bermain di level yang lebih tinggi secara keseluruhan di sepanjang turnamen daripada di sini."

Penantian Djokovic untuk meraih gelar Grand Slam ke-25 dalam kariernya kini harus menunggu hingga US Open, tempat kemenangan terakhirnya di level ini pada musim 2023.

Artikel Tag: Novak Djokovic, wimbledon, Jannik Sinner

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru