Bagi Jessica Pegula, Wajar Jika Lakoni Laga Sengit Di Grand Slam
Jessica Pegula [image: x/wta]
Berita Tenis: Petenis unggulan keempat, Jessica Pegula harus bangkit setelah tertinggal melawan Iva Jovic demi melenggang ke perempatfinal Wimbledon musim 2026.
Sementara semua mata tertuju pada nama-nama besar seperti Aryna Sabalenka, Elena Rybakina, Iga Swiatek, atau Mirra Andreeva, petenis AS meneruskan perjalanannya di Wimbledon dengan tenang hingga ia melenggang ke perempatfinal.
Petenis peringkat 4 dunia tengah mengalami kebangkitan menginjak usia 32 tahun. Usai menumbangkan petenis unggulan ke-16, Jovic, namanya mulai dipertimbangkan sebagai petenis yang mampu menjuarai Wimbledon musim ini.
"Pertandingan kali ini sangat berat. Ya, saya senang bisa melaju. Senang bisa mengatasi pertandingan itu. Mungkin saat ini tidak menyenangkan memenangkan pertandingan tiga set, tetapi saya merasa bahwa ketika anda bermain di Grand Slam, wajib untuk melewati pertandingan-pertandingan sulit. Saya sangat senang dengan bagaimana saya berhasil membalikkan keadaan,” jelas Pegula.
"Ini adalah bukti yang baik dari kemampuan saya dalam memecahkan masalah dan daya saing saya, bahwa saya dapat membalikkan keadaan pertandingan. Terkadang saya hanya butuh sedetik untuk memulai. Itu bukan sesuatu yang selalu ingin saya lakukan, tetapi saya pikir bagus untuk memiliki reputasi bahwa, bahkan ketika seseorang mengalahkan saya, itu pasti belum berakhir. Saya suka hal itu dikaitkan, mungkin, dengan pola pikir saya."
Juara di Charleston musim 2026 pun membeberkan kunci kebangkitannya melawan petenis berusia 18 tahun, Jovic.
"Saya harus mulai melakukan servis dengan baik. Ia adalah pengembali bola yang hebat. Saya tidak hanya perlu memiliki hari servis yang bagus, tetapi hari servis yang buruk tidak akan cukup untuk memenangkan pertandingan, itu sudah pasti. Saya senang dengan bagaimana saya bisa menyesuaikan diri dan tidak terlalu panik, hanya mengatur ulang diri saya sendiri,” papar Pegula.
“Mengenai set pertama, kami banyak melakukan break. Namun, saya tetap melakukan pengembalian bola dengan baik. Saya hanya mengatakan pada diri sendiri bahwa saya perlu meningkatkan persentase servis pertama, mendapatkan beberapa poin gratis dengan servis pertama, poin cepat. Mengubah tempo permainan."
"Kami bermain dengan cukup sama, sama-sama mampu menyerap tempo dengan baik. Saya hanya merasa seperti terlibat dalam pertandingan seperti pingpong dengannya. Servis saya kurang bagus, jadi, akhirnya saya kalah di set pertama. Ini bukan cara saya memenangkan pertandingan.”
“Saya perlu meningkatkan permainan. Ada beberapa game yang sangat ketat di akhir set kedua dan ketiga. Di situlah saya benar-benar mengerahkan banyak energi, untuk terus maju, dan bersikap agresif jika diperlukan. Untungnya, itu berhasil."
Demi satu tiket menuju semifinal Wimbledon, Pegula akan bertemu rekan senegaranya sekaligus petenis unggulan ketujuh, Cori Gauff.
Artikel Tag: wimbledon, Jessica Pegula, Cori Gauff, Iva Jovic